Polisi Gadungan Tipu Puluhan Orang di Sukabumi

126
SHARE

BHARATANEWS.ID – Puluhan warga mendatangi Mapolres Sukabumi Kota untuk melaporkan penipuan yang dilakukan korban penipuan yang dilakukan anggota Polri gadungan yang mengaku berpangkat.

“Hingga kini sudah ada puluhan korban yang mendatangi Mapolres Sukabumi Kota untuk melaporkan kasus penipuan tersebut, namun baru tiga korban yang sudah membuat laporan polisi (LP). Untuk tersangka kami tangkap di sebuah kamar kos di Gang Oyo,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Joni Surya Nugraha, Kamis (19/05/2016).

Joni menjelaskan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban polisi gadungan yang mengaku sebagai ajudan Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri Sukabumi akan terus bertambah.

Modus yang dilakukan tersangka cukup banyak, antara lain berpura-pura menjual smartphone dengan harga yang murah, mencari hewan peliharaan untuk atasannya, hingga berpura-pura bisa meloloskan seseorang menjadi anggota bintara polri.

Adapun kerugian yang diderita korban, berkisar Rp2 juta hingga belasan juta rupiah.

Untuk meyakinkan korbannya, pria berbadan tegap tersebut membawa senjata api berbentuk pistol sungguhan, menggunakan ID card kepolisian dan kemeja safari.

“Hingga kini kami masih mengembangkan kasus penipuan tersebut, dan untuk warga yang menjadi korbannya untuk segera melaporkan kepada kami untuk segera ditindak lanjuti,” tambahnya.

Joni mengatakan, barang bukti pistol mainan, baju safari dan ID card didapat tersangka dengan cara membeli di beberapa tempat, dan untuk ID card dibelinya dari koperasi Setukpa Polri Sukabumi.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara,” katanya.

Sismi, salah seorang korban, mengatakan dia ditipu sekitar Rp2,5 juta untuk membeli dua unit smartphone dari tersangka. Ia percaya dengan pelaku, karena mengaku sebagai anggota polisi berpangkat AKBP.

“Bahkan yang diberikan pun di lingkungan Setukpa Polri Sukabumi, namun setelah uang diberikan dan ditunggu, pelaku tidak datang lagi. Setelah ditanyakan kepada anggota polisi yang berjaga di Setukpa Polri tersebut ternyata saya jadi korban penipuan, karena tidak ada nama perwira polri yang bertugas di lembaga itu,” katanya. (rimanews.com)