Berkelahi di Johar Baru, Satu Orang Luka Parah Terkena Bacokan

96
SHARE

BHARATANEWS.ID Empat orang terluka parah akibat serangkaian peristiwa perkelahian antar warga di Johar Baru, Kamis (19/5) dini hari. Keempatnya kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit, akibat luka bacokan dan pukulan yang mereka terima.

Kapolsek Johar Baru, Kompol Wiyono menjelaskan kejadian pertama terjadi di Jalan T RT 06/03, Kelurahan Rawa. Di tempat itu, terjadi insiden tawuran denggan menggunakan batu antar pemuda. Akibatnya, Surya Ramadhan (16), Demas Saputro (20) dan Abdul Latif (20) mengalami luka parah di kepala.

“Sebagaian besar karena terkena timpukan batu,” kata Wiyono ketika dikonfimasi.

Selain itu, seorang pemuda bernama Hafit Kurniadi (22) juga mengalami luka memar di wajahnya akibat dipukuli sejumlah orang di jalan Taman Solo, Johar Baru. Kejadian ini hampir berdekatan waktunya dengan insiden tawuran di Jalan T.

Bukan hanya itu, Andul Rohman (40) nyaris tewas mengenaskan setelah dibacok sejumlah orang di Pasar Gembrong, Johar Baru. Pelaku diduga sejumlah orang yang terlibat permasalahan pribadi dengan korban. Semua korban tengah menjalani perawatan intensif di RSCM.

“Kami masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari para pelaku,” kata Wiyono.

Disisi lain, Wiyono mengatakan, pihaknya tak pernah leleah untuk mencegah terjadinya kekrasan antar warga kedepannya. Berbagai langkah antisipatif seperti dialog dan pemasangan CCTV akan terus dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami secara rutin melakukan konsolidasi wilayah dengan seluruh perangkat di Johar Baru, seiring kunjungan serta dialog baik resmi maupun tak resmi dengan beberapa tokoh  masyarakat dan juga warga pelaku yang ikut dalam konfilk,” katanya.

“Selain itu, petugas juga tak segan memberikan hukuman berat bagi para pelaku. Entah itu sebagai provokator atau pelaku di lapangannya,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Sosiolog Hilmi Ibrahim berpendapat, tawuran yang terjadi di Johar Baru tidak akan berarti apapun meskipun telah dipasang CCTV sebagai monitoring. Hal itu karena penegakan hukum sebagai tindak lanjut tidak pernah dilakukan.

“Tindak tegas karena semua pelaku sebenarnya sudah ada dalam buku hitam, tinggal aparat berani atau tidak untuk secara hukum bukan penyelesaian kriminal toleransi dan preventif sebagai solusi,” ujarnya Hilmi.(kriminalitas.com)