Pesta Demokrasi di Kampung Cilendek Timur, Kota Bogor

280
SHARE

LAPORAN: HERI SUPENDI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kampung Cilendek Timur diramaikan oleh warga yang menggelar Pesta Demokrasi pemilihan RT RW 7 pada hari Minggu 15 Mei 2016 .

Dalam pemilihan tersebut, dari beberapa calon RW dan RT yang sebelumnya sudah menjabat menjadi Ketua RT maupun RW, mecalonkan kembali untuk menjadi RT RW.

Bahkan RT 02 dan 05 yang masih mempunyai masa jabatannya masih ada 2 bulan lagi sebelum habispun tetap harus mengikuti pemilihan lagi. Sebagai bentuk kekecewaannya, RT 02 dan 05 tidak mencalonkan diri kembali menjadi Ketua RT.

Namun demikian Ketua RT 02 dan 05 tidak bisa berbuat apa-apa dan mengikhlaskannya, karena hal tersebut adalah hasil dari musyawarah warga Cilendek Timur.

Sobari selaku calon ketua RT 03 mengatakan dirinya mencalonkan kembali menjadi ketua RT 03 karena pada saat masa jabatannya sebagai Ketua RT 03 masih banyak kekurangan sebagai Ketua RT, dan Sobari ingin menunjukkan bahwa generasi muda juga layak dan dapat untuk memimpin warganya.

“Saya sebelumnya Ketua RT 03 periode 2013-2016, ingin mencalonkan lagi karena saya masih banyak kekurangannya dan ingin memperbaiki kekurangan saya yang sebelumnya, dan saya juga ingin memunculkan pemimpin generasi muda”, ujarnya.

Sobari mengaku semasa jabatannya selama 3 periode menjadi Ketua RT belum pernah ada permasalahan dan gejolak warga mengenai Keagamaan, olahraga, dan lainnya karena banyak yang membantu dan juga memberi masukan untuk membina kesejahteraan warga.

“sudah 3 periode saya menjabat sebagai ketua RT, belum ada permasalahan dan pertikaian warga saya mengenai keagamaan dan olahraga karena banyak juga yang memberikan saya masukan untuk membina warga.”, tandasnya.

Disisi lain, Kurnaen selaku Ketua RW 7 yang sudah mejabat selama 1 periode di Kampung Cilendek Timur, yang juga mencalonkan diri menjadi ketua RW mengatakan ingin melaksanakan program pemerintah yang belum terlaksana di Kampung Cilendek Timur.

Kurnaen ingin membangun sebuah Koperasi di Cilendek Timur. Karena hingga saat ini program tersebut belum terlaksanakan. Sehingga Kurnaen mencalonkan dirinya kembali untuk melaksanakan programnya tersebut.

Melihat dari peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah terhadap tidak diberlakukannya lagi keterlibatan RT RW untuk pembuatan KTP, Kurnaen merasa tidak setuju. Karena RT RW yang lebih dekat dan lebih mengetahui warganya dibanding lurah atau camat.

“Terkait peraturan baru membuat E-KTP, saya sangat tidak setuju. Karena kami RT RW yang lebih mengenal warga kami”, ujar Kurnaen.

Melihat kekompakan dan kerukunan antar RT RW dalam pesta Demokrasi di Kampung Cilendek, Lurah Cilendek Dadang Suhandi merasa kagum melihat warganya kompak dalam melakukan perbaikan di Kampung Cilendek Timur.

Dadang berpesan kepada seluruh RT dan RW yang terpilih sebagai RT RW yang baru untuk lebih aktif dan lebih sering berkomunikasi dengan pihak kelurahan terkait apasaja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh warga Cilendek Timur. Lebih banyak untuk menampung keluhan warga dan coba didiskusikan bersama di Kelurahan.

Selain itu banyak juga program yang harus dijalankan, sehingga akan sulit jika RT RW kurang berkomunikasi dengan pihak kelurahan untuk memajukan warga Cilendek Timur.

Dadang berharap dengan terpilihnya RT dan RW yang baru di Kampung Cilendek Timur, para RT dan RW yang baru bisa lebih membantu dan meningkatkan kesejahteraan warga Cilendek Timur. Untuk mewujudukan itu semua perlu ditingkatkan lagi kedekatan RT RW dengan warganya.

“Semoga RT RW yang baru bisa lebih membantu meningkatkan kesejahteraan warga”, pungkasnya. (her/jat)