Mendekati Ramadan, Hiburan Malam Gencar Kejar Setoran

274
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR  – Tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Bogor kian marak beroperasi mendekati bulan suci ramadan. Jam buka pun sering melewati batas waktu yang sudah ditentukan. Alasan pengelola THM karena jumlah pengunjung belakangan terus meningkat sehingga mereka tak kuasa menahan keinginan tamu agar waktunya diperpanjang.

“Waktu toleransi buka sebetulnya sampai jam 1 malam, tapi kadang tamu kan belum mau pulang. Terus terang saja, kadang kami juga serba salah. Sebagai penyedia jasa, tentu kami harus memberikan pelayanan yang baik kepada tamu yang datang,” kata salah seorang pengelola THM di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu malam (14/5).

Di kawasan ini berderet THM yang berbentuk karaoke. Rata-rata THM di kawasan ini tak memiliki izin resmi. Mereka membuka THM dengan label rumah makan. Hanya di dalamnya tersedia fasilitas bernyanyi, seperti ruang karaoke.

Dari puluhan THM, hanya beberapa saja yang memiliki standar karaoke. Semarak malam hampir terlihat setiap malam. Mulai dari ujung kawasan Kecamatan Kemang hingga mendekati Parung mengarah ke daerah Ciputat.

Rani (20), pemandu lagu (PL) yang ditemui menuturkan, justru menjelang memasuki bulan puasa banyak tamu yang datang ke THM. Tidak saja pelanggan atau mereka yang hobi menghabiskan malam di tempat hiburan, para PL ini bersemangat karena harus mengejar setoran.

“Biasanya kan setiap bulan puasa tutup. Makanya, sebelum masuk puasa kami mesti giat cari duit. Ya, semacam kejar setoran. Yang punya tempat ini juga kan gak mau rugi. Nanti sebulan bakal tutup,” kata wanita muda yang mengaku berasal dari Sukabumi ini.

Menanggapi kondisi ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor berjanji akan menutup tempat hiburan malam di kawasan Kemang tersebut.Apalagi belakangan juga bermunculan protes dari warga sekitar maupun tokoh masyarakat dan agama.

Kabid Pengendalian dan Operasi (Dalop) Pol PP Kabupaten Bogor, Asnan KF, mengungkapkan setidaknya 20 THM di Kawasan Kemang sudah disegel.

“Sebetulnya kami sudah melayangkan surat peringatan ke 2, untuk selanjutnya menyusul SP ke 3,” kata Kabida Dalop Satpol PP, Asnan KF.

Ditegaskan Asnan, apabila surat peringatan ketiga, pemilik THM belum membongkar bangunannya, maka Satpol PP bersama petugas gabungan akan melakukan bongkar paksa.

“Kita lihat itikad baik pemilik saja, jika memang masih membandel, bangunannya pasti akan kami ratakan,” tegasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor Herdi Yana, berjanji akan menghidupkan kembali program Nongol Babat (Nobat) yang selama ini mati suri. Program ini penting dilanjutkan dengan harapan bisa menekan maraknya asusila yang bisa meresahkan masyarakat.

“Pada prinsipnya kami akan terus melakukan penertiban, termasuk di tempat-tempat hiburan masalam sesuai amanah Perda,” katanya.(ito/inilahkoran.com)