Ridwan Kamil Jamin Lahan Bonbin Bandung Tak Jadi Apartemen

110
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak membantah jika dikatakan terus berupaya keras untuk mengambil alih lahan sekaligus pengelolaan Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari Kota Bandung. Bahkan bila perlu dengan menempuh jalur hukum melalui pengadilan.

Ridwan Kamil kekeuh mengakui tanah tersebut sebagai aset milik Pemerintah Kota Bandung meski pun lahan seluas sekira 14 hektare tersebut juga diklaim oleh ahli waris keluarga Raden Paiman sebagai tanah warisan.

“Ternyata dari tahun 2007 Kebun Binatang Bandung tidak bayar sewa. Kalau memang ada yang merasa mengaku, gugat ke pengadilan saja. Karena urusan aset (Pemkot Bandung) yang diancam sudah biasa,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Jumat, 13 Mei 2016 malam.

Rencananya, Pemkot Bandung akan merebut lahan serta pengelolaan Kebun Binatang Bandung dengan mengadukan keluhan-keluhan pengunjung terkait buruknya manajemen pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan satwa yang dilakukan oleh Yayasan Margasatwa Tamansari selaku pengelola ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Ridwan Kamil menambahkan, dia juga akan menyertakan hasil autopsi gajah Sumatera bernama Yani, satwa koleksi Kebun Binatang Bandung yang mati untuk direkomendasikan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kita menunggu hasil dari tim investigasi provinsi Jawa Barat. Suratnya akan kami jadikan lampiran untuk menyurati Kementerian LHK melakukan audit sehingga kita harapkan Kebun Binatang Bandung bisa dikelola dengan baik,”

Ridwan Kamil berencana pula untuk memasukkan investor swasta agar Kebun Binatang Bandung bisa direnovasi menjadi objek wisata dan konservasi satwa yang lebih baik. Dia bahkan berani menjamin lahan tersebut akan menjalani fungsi yang sama dan tidak akan berubah menjadi kawasan komersil.

“Pada Rencana Detail Tata Ruang sudah jelas warnanya hijau, artinya plasma nutfah. Bisa jadi hutan kota, maksimal kebun binatang. Jangan khawatir jadi apartemen atau jadi apapun, tidak akan. Kalau di RDTR sudah dikunci, kalau di luar itu artinya melanggar undang-undang,” tegasnya. (tempo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here