Kasus Pelecehan Seksual Meningkat

94
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – KASUS kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak Kota Bekasi cenderung meningkat. Berdasarkan data dari catatan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), kasus tersebut tahun ini mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015 lalu, sejak Januari hingga Mei tercatat 26 kasus. Sementara di tahun 2016 ini dengan rentan waktu yang sama tercatat 38 kasus. Kondisi ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kota Bekasi.

Sekretaris BP3AKB Kota Bekasi Yuyu Mulyati mengatakan, maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan akan sangat berbahaya jika  tidak ada dukungan hukum kepada korban kekerasan yang sangat menderita seumur hidup.

“Berdasarkan data yang kami punya, kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Kota Bekasi meningkat. Kondisinya untuk saat ini harus mendapatkan perlindungan yang jelas bagi anak terutama wanita,” jelasnya.

Menurutnya, Kondisi ini tidak lepas dari perilaku pergaulan bebas remaja saat ini. Menurutnya, semakin hari semakin kenakalan remaja makin  sulit untuk dibendung. “Kasus bagi anak merupakan kasus luar biasa, sebab setelah kejadian pada anak. Maka secara psikologis anak mempunyai mental yang kurang, dan menyangkut masa depan cemerlang,” katanya.

Dia berpendapat, agar pemerintah Indonesia dan Kota Bekasi segera menetapkan darurat kekerasan seksual atas maraknya kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan saat ini. Pasalnya kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak-anak tiap tahun terus meningkat.

“Menurut saya, hukuman terhadap pelaku kekerasan dan pelecehan terhadap anak harus berat. Karena, korban akan mengalami trauma seumur hidup. Apalagi tidak jarang korban hingga berujung kematian,” paparnya.

Sementara itu Komisioner Pendidikan dan kesehatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi Sugeng mengatakan,  adanya penjelasan Presiden yang menegaskan kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa, karenanya butuh penanganan luar biasa. Untuk itu, perlu payung hukum dengan proses secepat-cepatnya.

“KPAI secara tegas menyebutkan, linier dengan keluar biasaan kasus kejahatan seksual terhadap anak, maka harus ada upaya luar biasa untuk pencegahan dan penanggulangannya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan penerbitan Perpu pemberatan hukuman adalah salah satu langkah nyata untuk tindakan luar biasa ini. “Tentu ini bukan satu-satunya solusi. Perlu ada langkah lain guna mengurangi permasalahan yang menjadi faktor penyebab terjadinya tindak kejahatan seksual terhadap anak, mulai dari hulunya. Diantaranya faktor peredaran narkoba, minuman beralkohol, materi pornografi, tayangan dan games berkonten kekerasan dan pornografi, dan lingkungan keluarga serta masyarakat,” pungkasnya.(pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here