Investor Butuh Kepastian Proyek Pembangkit Listrik 35 Ribu Mw

128
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Pemerintahan Jokowi-JK terus mempercepat pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 mega watt (mw) dalam lima tahun ke depan. Pasalnya Indonesia masih kekurangan listrik dalam jumlah besar. Apalagi, hingga saat ini proyek 35 ribu mw masih 10 persen tahap konstruksi.

Dengan kekurangan tersebut, seharusnya pemerintah mendukung segala bentuk upaya investasi yang berkaitan dengan pembangunan pembangkit listrik.

“Jangan sampai pemerintah tiba-tiba menghentikan proses tender sehingga investor yang siap menanamkan jutaan dolar untuk pembangunan pembangkit listrik dirugikan,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia China Cooperative Investment (ICCI) Eddy Herwani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Salah satu investor yang mendukung program pemerintah dalam upaya pemenuhan listrik adalah China Oceanwide Holding Group dan China Shanghai Electrical Power Construction Company yang merupakan Badan Usaha Milik Negara RRT, salah satu Kontraktor EPC terbaik di bidang pembangunan pembangkit listrik di Tiongkok yang berkonsorsium dengan salah satu anak perusahaan plat merah yang bergerak dalam bidang energi.

“Konsorsium tersebut telah mengikuti tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 5 berkapasitas 2 ribu mega watt di Serang, Banten,” jelasnya.

Investor juga memberikan dukungan finansial penuh kepada anak perusahaan plat merah untuk menangani operasi dan pemeliharaan. Serta akan menerima pengalihan penuh teknologi O&M kapasitas 1.000 mw dan pengetahuan di bidang pembangkitan ketenagalistrikan.

Tapi, pada tanggal 18 April 2016 pada saat konsorsium menunggu pengumuman pemenangan tender di luar dugaan konsultan dari pihak pelaksana tender menghentikan proyek PLTU Jawa 5 tersebut dengan tanpa alasan apapun.

Padahal, kata Eddy, proses tender tersebut telah melibatkan banyak sumber daya baik manusia, keuangan dan menghabiskan banyak biaya waktu, tenaga ahli, teknisi maupun konsultan yang dibiayai oleh perusahaan pemerintah dan konsorsium sendiri.

“Pada waktu mengikuti tender pun konsorsium telah ditetapkan sebagai peserta tender yang lulus Pra Kualifikasi dan telah lulus evaluasi administrasi maupun teknik,” jelasnya.

Dengan demikian, Eddy menegaskan, tidak ada alasan untuk menghentikan proyek PLTU Jawa 5 di Serang, Banten dan bila akan dilakukan tender ulang pun terhadap proyek tersebut, maka sumber daya yang telah dikeluarkan selama ini menjadi sia-sia dan program pembangkit listrik 35.000 MW menjadi terhambat.

Dengan dihentikannya PLTU Jawa 5, kata dia,telah terjadi ketidakpastian dalam berinvestasi di sektor ketenagalistrikan di Indonesia dan berakibat buruk terhadap iklim investasi di Tanah Air. (okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here