Dua Napi Teroris Jaringan Santoso Ditampung di Lapas Bentiring

92
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Bengkulu – Dua terpidana kasus teroris jaringan kelompok Santoso, yakni Suyitno alias Guntur Pamungkas dan Muhammad Amin alias Amin Mude alias Kabu Ahmada ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bentiring, Kota Bengkulu.

“Pemindahan dua terpidana pelaku teroris ke Lapas Bentiring, Bengkulu ini agar tahanan teroris tidak menumpuk di Pulau Jawa. Makanya disebar ke daerah lain, termasuk ke Lapas Bengkulu ada dua orang,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu, Dewa Putu Gede di Bengkulu, Rabu (11/5).

Ia mengatakan, kedua terpidana kasus teroris tersebut, tiba di Bengkulu pada Senin (9/5) sekitar pukul 10 WIB dari Jakarta, dikawal anggota Densus 88 Anti Teror, dan langsung diantar ke Lapas Bentiring. Sebelumnya kedua teroris ini ditahan di Mako Brimob Mabes Polri.

Terpidana Guntur Pamungkas divonis lima tahun penjara, atas keterlibatannya bergabung dengan kelompok Santoso di Poso dan juga menyimpan senjata laras panjang. Sementara, Qabu Ahmada yang diketahui terlibat dalam jaringan ISIS atau IS, divonis 5,6 tahun penjara.

Sebelumnya, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Azhari membenarkan pihaknya mendapat surat dari Kejaksaan Agung terkait pemindahan dua teroris dari Jakarta untuk di tempatkan di Lapas Bentiring Bengkulu.

“Jadi, kami hanya melakukan pengawasan eksekusi pemindahan terpidana saja ke Lapas Bentiring Bengkulu, dan hal ini berjalan lancar tanpa ada hambatan di lapangan. Sebab, proses pemidahan dua terpidana teroris kelompok Santaso ke Bengkulu berjalan rapi dan rahasia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Bentiring Bengkulu, FA Widyo mengatakan kedua teroris itu untuk sementara akan mengikuti masa karantina. Hal ini sesuai standar operasional prosedur (SOP) bagi tahanan baru.

“Jadi, mereka dipisahkan satu atau dua hari untuk proses karantina, ini sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada,” ujarnya.

Seperti diketahui terpidana Suyitno alias Guntur Pamungkas yang merupakan warga Kabupaten Ngawi, ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada Agustus 2014 lalu, karena terlibat jaringan teroris Santoso cs yang beroperasi di Poso, Sulawesi Tengah.

Sementara Muhammad Amin Mude diamankan pihak kepolisian pada Desember 2014 lalu, Amin Mude alias Kabu Ahmada diamankan karena diduga mendanai dan memfasilitasi enam warga Makassar yang hendak ‘hijrah’ ke Suriah. (beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here