Operasi Tinombala, TNI-Polri Kepung Santoso dari Segala Arah

83
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jakarta – Operasi pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah di hutan pegunungan Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) telah dipastikan diperpanjang. Pasukan gabungan TNI-Polri yang berkekuatan sekitar 2.000 personel, dengan sandi operasi Tinombala 2016, bertekad menuntaskan Santoso Cs.

“Kita bertekad terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso. Polri dan TNI bertekad untuk menuntaskan penegakkan hukum terhadap kelompok ini. Kita tidak ingin kelompok ini menjadi besar dan kemudian mengancam kehidupan masyarakat,” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafly Amar di Mabes Polri, Selasa (10/5).

Jadi, Boy melanjutkan, tujuan perpanjangan operasi itu untuk memastikan bahwa upaya pengejaran terhadap para pelaku terus berlangsung. Mengingat faktor geografis yang luas tentu proses ini memerlukan waktu. Boy juga mengatakan jika personil yang ada telah cukup dan pihaknya akan memikirkan langkah yang terbaik agar mereka cepat ditangkap.

“Kita sudah melakukan pengepungan dari berbagai arah. Kita lihat medannya sangat berat. Tentu ini tidak bisa dalam waktu singkat. Mereka juga mobile, tetapi titik koordinat mereka pada umumnya sudah diketahui, hanya untuk mencapai dan menemukan mereka perlu perjuangan. Perpanjangan masa operasi ini dapat menjadi solusi menemukan tempat persembunyian mereka,” urainya.

Seperti diberitakan saat ini konsentrasi pasukan masih pada wilayah yang diyakini dimana Santoso dan anak buahnya terkepung, yakni mulai dari Desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sampai ke dataran Napu yang meliputi kecamatan Lore Utara, Lore Timur, Lore Piore, dan Lore Tengah.

Operasi Tinombala adalah operasi di bawah komando Polda Sulteng yang dimulai sejak 10 Januari 2016 dan melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan TNI-Polri, antara lain dari satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Raider, dan Kopasus.

Namun, hingga operasi yang ditargetkan berakhir 10 Maret 2016, upaya untuk melumpuhkan kelompok ini secara tuntas belum juga membuahkan hasil. Santoso, pimpinan kelompok itu, masih bergerilya di hutan pegunungan Poso.

Operasi pun diperpanjang sejak 10 Maret dan berakhir 8 Mei 2016 kemarin. Namun lagi-lagi masa perpanjangan ini belum juga berhasil melumpuhkan Santoso meski diklaim bahwa kelompok itu sudah terkepung dan ketiadaan pasokan logistik. Hingga kini diperkirakan masih ada sekitar 24 orang yang masih dikejar dari 39 orang yang dikejar saat operasi ini dimulai. Mereka mempersenjatai diri dengan senapan pabrikan seperti SS-1 dan M-16. (beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here