Empat Anak di Bekasi Meninggal Digigit Nyamuk DBD

103
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – Musim pancaroba ini mengakibtakan penyakit demam berdarah dengeue (DBD) mudah terjangkit. Di Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan,sudah empat orang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti. Salah satu dari empat yang meninggal adalah anak berumur 5 tahun, warga RT 004 RW 02.

Kepala Desa Tambun Jaut Sarja Winata, mengatakan, meninggalnya empat anak akibat DBD kemungkinan disebabkan kelalaian dari orangtua korban. Pasalnya, saat anaknya yang panas sudah tinggi hanya dibawa ke bidan, karena dianggap sakit biasa.

“Kemarin (Minggu lalu) itu kejadian (ada) meninggal karena DBD, karena orang kampung itu kalau sakit panas dianggapnya biasa,” ujar Jaut.

Lanjut JSW sapaan akrabnya mengatakan, sebagaian warga Desa Tambun dianggap masih awam yang menyepelekan kondisi kesehatan disaat sakit. Akibatnya, kurang lebih ada 20 orang lebih yang terkena penyakit DBD, 4 diantaranya meninggal dunia dalam jangka waktu 1 bulan terakhir. Sebelumnya 3 orang meninggal diatas umur balita.

“Hingga sejauh ini masyarakat (masih) awam, banyak kurang tau karena parahnya DBD. Yang kena DBD ada puluhan orang,” ungkapnya.
Dengan kejadian tersebut, masih kata Jaut, langsung bertindak cepat melakukan pengasapan atau fogging. Meskipun, yang seharusnya bertindak cepat adalah instansi terkait seperti Puskesmas Tambun dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Kendati demikian, fogging pun bukan solusi terakhir. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here