Bus AKAP Ilegal, Marak di Terminal Lebak Bulus

90
SHARE

BHARATANEWS.ID | CILANDAK – Pengelola pengurus Otobus (PO) di Terminal Lintasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan kini resah dengan maraknya bus antar kota antar provinsi (AKAP) ilegal di terminal tersebut.

Sesuai aturan, setiap bus AKAP yang menggunakan fasilitas terminal harus mendapat izin dari Unit Pengelola Terminal (UPT) Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Kami menolak bus AKAP liar menggunakan terminal lintasan ini. Bus-bus tersebut tidak terdaftar di UPT Terminal DKI Jakarta,” kata Poltak, pengurus PO saat ditemui di Terminal Lintasan Labak Bulus, Pasar Jumat, Jaksel, Jumat (6/5).

Ia menjelaskan sesuai kesepakatan dengan pihak UPT Terminal DKI, tidak n ada lagi penambahan bus AKAP di terminal. Bus yang bisa beroperasi menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal hanya PO yang terdaftar di UPT.

“Kami minta supaya plang PO yang tidak terdaftar di UPT diturunkan, supaya terminal ini dapat tertib dan lalu lintas sekitarnya lancar,” lanjutnya.

Salah satu armada yang diprotes pengelola bus AKAP adalah PO Bejeu. Meski tidak terdaftar dan ilegal, PO tersebut leluasa menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal sejak
pekan lalu.

“Kami berharap agar PO atau bus AKAP liar dicabut pemerintah izin trayeknya,” ucapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Terminal Lintas Lebak Bulus Simon Ginting menjelaskan kini ada 39 PO yang terdaftar menggunakan fasilitas loket penjualan tiket di terminal lintasan Lebak Bulus. Ia membenarkan PO Bejeu belum mendapat izin dari UPT Terminal DKI Jakarta untuk menggunakan fasilitas terminal.

“Sesuai aturan bus AKAP atau PO yang menggunakan fasilitas terminal harus ada rekomendasi dari UPT. Untuk PO Bejeu kami akan mintai terkait perizinannya tersebut,” katanya.  (Pos Kota)