Jenazah Tutty Alawiyah Dimakamkan Usai Ashar

97
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Jenazah Almarhumah Prof Dr Hj Tutty Alawiyah, 74, Insya Allah,  dimakamkan usai Salat Ashar ini di pemakaman keluarga di kompleks Pesantren Khusus Yatim As-Syafiiyah, Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (4/5/2016).

Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir melayat ke rumah duka di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

Wapres JK sempat berdoa di sisi jenazah Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat dan Rektor UIA  ini.

“Tentu kami berduka cita atas berpulangnya almarhumah, seperti diketahui, beliau luar biasa baik dalam dakwah dalam negeri, luar negeri. Menggerakkan majelis taklim dalam hal pemerintahan birokrat,” kata JK.

Saat menjabat menteri, almarhumah Tutty adalah perempuan yang menanamkan hal yang baik dan sangat penting untuk meneruskan ini pendidikan.

“Pesantren yang diselenggarakan mulai daripada ayah almarhumah. Jadi ini sangat kami hargai dan pemerintah negara tentu merasa kehilangan atas berpulangnya almarhumah.”
Jenazah mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ini sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan, dan menghembuskan nafas terakhir pada pukul 07.15 WIB.

MILAD REKTOR

Rektor UIA, ibunda Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS, MA, adalah seorang figur pemimpin yang patut diteladani dan dapat dijadikan sebuah motivasi bagi penerus berbagai elemen, demikian ungkapan dari para pimpinan Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) pada acara tasyakuran Milad putri KH. Abdullah Syafi’ie itu yang ke-74 tahun di rumah kediamannya, Jalan Raya Jatiwaringin No. 51, Pondok Gede, Bekasi.

Tasyakuran pada hari Rabu, 30 Maret 2016 sebagai Milad atau bisa disebut Hari Ulang Tahun Rektor UIA itu, dihadiri Keluarga Besar Hj. Tutty Alawiyah AS, seluruh Pimpinan, karyawan dan staf UIA, para pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat dan Daerah, saudara dan tetangga terdekat, tokoh masyarakat dan tokoh luar negeri, pengurus Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), pengurus Pesantren Yatim As-Syafi’iyah serta anak-anak yatim.

“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada anak-anak saya, jajaran Universitas Islam As-Syafi’iyah, anggota BKMT, anak-anak yatim yang telah memberikan semangat kepada saya dengan menggelar acara tasyukuran hari ulang tahun saya ini. Saya gembira apa yang semua kita jalankan bersama, seperti pergelaran BKMT di Senayan, Sidang Terbuka Wisuda UIA, dan lain sebagainya berjalan lancar,” ujar Hj. Tutty Alawiyah AS.

Satu per satu para keluarga dan pimpinan UIA berbicara tentang semangatnya Ibu Hj. Tutty Alawiyah AS, yakni dimulai dari H.M. Reza Hafiz, SE selaku Wakil Rektor II UIA, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, L.LM., MBA selaku Ketua YAPTA yang juga Senator DPD-RI dari DKI Jakarta, Dra. Hj. Nurfitria Farhana SE, Hj. Lily Kamalia Ichsana, SE, Hj. Syifa Fauzia, M.Art selaku Wakil Rektor III UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH.MM selaku Wakil Rektor I UIA, Dr. Zainal Arifin Hoesien SH.MH selaku Direktur Pascasarjana UIA, Sahar L. Hasan, Dr. H.A. Ilyas Ismail, MA selaku Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UIA, dan Dr. Khairan M. Arief, M.Ed selaku Syeikh Ma’had As-Syafi’iyah sekaligus menutup do’a.

Kemudian semua yang hadir menyanyikan bersama ‘Hari Ulang Tahun’ dan Rektor UIA meniup lilin serta memotong tumpeng yang disambut oleh semua yang hadir dengan teriakan “Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar”. Setelah ibunda Hj. Tutty Alawiyah AS menerima ucapan selamat dan doa dari hadirin.

Ada satu yang menjadi catatan bagi semua, bahwa saat Pelaksanaan Sidang Terbuka Senat UIA Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma tahun 2016 di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Rabu 23 Maret 2016, Rektor UIA saat itu walau sedang tidak fit, namun karena visinya yang luar biasa, saat prosesi pelantikan para Wisudawan masih sanggup berdiri untuk memindahkan tali toga yang pada waktu itu sebanyak 703 orang yang di wisuda.

Itulah yang menjadi sejarah bagi 703 mahasiswa-mahasiswi yang telah dilantik sebagai Wisudawan. (Pos Kota)