Sesi I, IHSG naik 0,44% ditopang sentimen domestik

59
0
SHARE

Papan elektronik menunjukan grafik dan angka transaksi perdagangan saham di Bank Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (13/4). Empat emiten konstruksi pelat merah berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp 19,79 triliun sepanjang kuartal I 2016. Pencapaian tersebut setara dengan 11,5% dari total target yang dtetapkan keempat emiten tersebut tahun ini yakni Rp 171,3 triliun. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/13/04/2016

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi I, Selasa (3/5). Mengacu data RTI, indeks menguat 0,44% atau 21,032 poin ke level 4.829,35 pukul 12.00 WIB.

Tercatat 167 saham bergerak naik, 119 saham bergerak turun, dan 74 saham stagnan. Perdagangan sesi I ini melibatkan 2,61 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,42 triliun.

Delapan indeks sektoral menghijau menopang laju IHSG. Sektor keuangan naik 1,39%, konstruksi naik 0,83%, dan infrastruktur naik 0,74%.

Sementara, dua sektor yang memerah antara lain; aneka industri turun 0,61% dan perdagangan turun 0,56%.

Meski berada di zona hijau, aksi jual masih mewarnai perdagangan. Di pasar reguler, net sell asing Rp 249,576 miliar dan net sell asing keseluruhan perdagangan Rp 218,596 miliar

Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 yaitu; PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 3,34% ke Rp 1.545, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 3,34% ke Rp 4.640, dan PT Bank Mandiri (BMRI) naik 3,14% ke Rp 9.850.

Saham-saham yang masuk top losers LQ45 yaitu; PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 6,29% ke Rp 1.415, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 4,96% ke Rp 1.150, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,42% ke Rp 69.150.

Vice President PT Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere mengatakan, indeks berada di area positif menyusul ekonomi Indonesia kuartal I 2016 diprediksi tumbuh mencapai 5,1 %, lebih baik dibanding periode sama tahun sebelumnya 5,04 %.

“Badan Pusat Statistis akan merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal I 2016 dalam waktu dekat ini,” katanya mengutip dari ANTARA.

Di sisi lain, lanjut dia, perubahan fraksi harga baru di Bursa Efek Indonesia yang efektif berlaku sejak 2 Mei 2016 diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Ia menambahkan, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) yang akan mereview prospek peringkat utang (credit rating) Indonesia diharapkan dapat menambah sentimen positif bagi pasar modal. Diharapkan, peringkat Indonesia meningkat menjadi lebih baik.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan, secara teknikal, pelemahan indeks BEI pada awal pekan Senin (2/5) kemarin membawa laju IHSG ke area jenuh jual. Situasi itu mendorong pelaku pasar kembali melakukan aksi beli pada Selasa (3/5) ini.

“Faktor teknikal membuat sebagian investor melakukan aksi beli saham secara selektif. Di sisi lain diharapkan, sentimen positif mengenai pertumbuhan perekonomian kuartal I tetap terjaga sehingga menjaga pergerakan indeks BEI,” katanya. (kontan.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here