Rekonstruksi Kasus Brantas Abipraya, KPK Hadirkan Kajati DKI dan Aspidsus

239
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap terkait penanganan perkara korupsi PT Brantas Abipraya (Persero) yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKl Jakarta, Selasa (3/5). Selain tiga tersangka, yakni Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya, Sudi Wantoko; Senior Manager PT Brantas Abipraya, Dandung Pamularno serta seorang perantara bernama Marudut, rekonstruksi ini juga akan melibatkan sejumlah saksi. Termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKl Jakarta, Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKl Jakarta, Tomo Sitepu.

“Dari Kejaksaan Tinggi tentunya pak Sudung Situmorang dan ataupun pak Tomo Sitepu. Paling tidak mereka memerankan posisi masing-masing,” kata kuasa hukum dua pejabat PT Brantas Abipraya, Hendra Heriansyah, saat ditemui di gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/5).

Hendra mengatakan, rekonstruksi ini akan digelar KPK di sejumlah lokasi. Selain Kantor PT Brantas Abipraya di jalan Dl Panjaitan, Jakarta Timur, rekonstruksi ini juga digelar di Kantor Kejaksaan Tinggi DKl Jakarta, Hotel Best Western, Hotel Gran Melia serta Pondok lndah Golf.

Diberitakan, Tim Satgas KPK menangkap tiga orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (31/3) pagi. Tiga orang tersebut, yakni, Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko, Senior Manager PT Brantas Abipraya, Dandung Pamularno dan seorang lainnya, bernama Marudut ditangkap usai bertransaksi suap di toilet pria di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Selain menangkap ketiga orang tersebut, Tim Satgas KPK juga menyita uang sebesar US$ 148.835. Uang tersebut diduga diberikan kedua petinggi PT Brantas Abipraya kepada Marudut untuk diserahkan kepada oknum di Kejati DKI. Uang tersebut dimaksudkan mengamankan perkara PT Brantas Abipraya yang ditangani Kejati DKI.

Setelah diperiksa intensif selama 1X24 jam, KPK menetapkan Sudi, Dandung, dan Marudut ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI. Atas tindak pidana yang dilakukannya, ketiga tersangka dijerat KPK dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Namun, hingga saat ini, KPK belum juga menetapkan tersangka penerima suap. Didiuga uang tersebut ditujukan untuk Sudung dan Tomo. Namun, kedua orang tersebut masih berstatus sebagai saksi. (beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here