Warga Nilai Pemkot Depok Tidak Serius Tangani Sampah

78
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK  – Warga Bojong Sari,Rangkapan Jaya Baru dan Sawangan menilai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok tak serius tangani sampah buangan yang ada karena sampai saat ini unit pengolahan sampah (UPS) yang dijanjikan tak kunjung ada.

“Sudah hampir lebih dari tiga tahun keberadaan UPS sebagai antisipasi penumpukan sampah buangan warga yang dijanjikan Pemkot Depok tak kunjung ada,” keluh Nuramin, warga Bojong Sari, Sawangan.

Keberadaan UPS yang dijanjikan DKP Depok tak kunjung ada sejak tiga tahun ini akibatnya sampah buangan warga kebanyakan dibuang di lahan kosong atau empang yang tak terpakai hingga menimbulkan bau tak sedap.

Menurut dia, kegiatan aksi bersih atau tak membuang sampah sembarangan bagi warga di sini tentunya agak kesulitan karena UPS yang dijanjikan tak ada akibatnya selain dibakar sampah buangan terpaksa dibuang dilahan kosong atau untuk menguruk empang yang tak terpakai.

SAMPAH BUAT URUG EMPANG

Hal senada dikatakan Ny. Indun, warga Sawangan, yang selama ini kalau membuang sampah di lahan belakang rumah kemudian dibakar jika sudah banyak karena tak ada petugas untuk mengangkut sampah buangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Sebagian besar warga disini terpaksa membuang sampah di lahan kosong atau buat menguruk empang milik warga yang tak terpakai,” tuturnya yang menilai tak ada upaya sama sekali dari Pemkot Depok untuk mengatasi masalah sampah di lingkungan warga.

Demikian juga, Suhanda, warga Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, lingkungan disini khususnya wilayah kelurahan yang memiliki hampir 12 RW hanya beberapa RW saja yang memiliki UPS akibatnya sampah buangan warga yang diambil petugas kebersihan di tingkat RT membuang sampah warga di lahan kosong atau empang.

“Terpaksa sampah buangan warga dibuang di empang kosong dan tentunya saat malam hari kerap tercium bau busuk karena UPS yang dijanjikan DKP Depok sama sekali tak ada,” tuturnya kecewa.

Alek, petugas kebersihan lingkungan RT 02 RW 08, Rangkapan Jaya Baru, menambahkan sampah dibuang di empang kosong kalau dibawa ke TPA Cipayung jaraknya cukup jauh dan tidak mungkin saja menggunakan gerobak. “Sudah berulang mengusulkan ada motor bak sampah untuk mengangkut sampah warga ke kelurahan dan kecamatan tak ditanggapi serius,” ujarnya kesal. (Pos Kota)