Ketika Ahok Gertak Pejabat Eselon II DKI Mundur

88
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bahwa dirinya menantang para pejabat eselon II yang tidak suka atau tidak sanggup mengikuti ritme kerjanya mundur rupanya hanya sekadar gertakan.

Pria yang biasa dipanggil Ahok itu pun mengaku sudah pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu sejak masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan Joko Widodo (Jokowi) sebagai gubernurnya.

“Enggaklah, kamu percaya saja. Saya ngomong sudah sejak jadi Wagub kok,” katanya, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, selepas menjadi instruktur upacara (Irup) peringatan Hari Pendidikan Nasional di Monas, Senin (2/5/2016).

Menurut Ahok, sejatinya banyak pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang sudah bekerja sesuai harapan. Bahkan, dia menilai, saat ini banyak bawahan yang sudah layak dipromosikan atau naik jabatan.

Karenanya, dia berpendapat, bila ada pejabat eselon II yang sudah tidak sanggup mengikuti ritme kerjanya lebih baik mundur. Sehingga dapat memberikan kesempatan kepada PNS lain yang sebenarnya lebih berintegritas dan siap bekerja.

Senang Kalau Eselon II Mundur

“Waktu kami masuk, banyak PNS yang baik di sini. Justru kalau mereka (pejabat eselon II) berhenti saya senang, sehingga yang baik ini punya kesempatan. Karena jabatan struktur kan terbatas, untuk pensiun kan lama. Itu saja, kalau ada yang behenti saya senang,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam sesi wawancara yang disiarkan langsung sebuah stasiun televisi swasta, Jumat (29/4/2016) sore, Ahok menantang para pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang tidak suka atau tidak sanggup mengikuti ritme kerjanya menyampaikan surat pengunduran diri, Senin (2/5/2016).

“Kepada Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Kota, Kepala Dinas, Wakil Kepala Dinas, Bupati, Wakil Bupati, semuanya, kalau Anda tidak suka dengan saya, dan mau mengundurkan atau mau ngikuti jejak Pak Rustam, tolong hari Senin masukkan surat pengunduran diri ke saya,” katanya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu menyatakan akan menunggu surat-surat itu. “Saya mau lihat ada berapa surat yang mau mengajukan (pengunduran diri),” imbuhnya.

Rustam Effendi adalah satu-satunya Walikota yang menyatakan mundur dari jabatannya. Ini merupakan catatan sejarah dan hanya terjadi di zaman kepemimpinan Ahok.

Rustam menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Walikota Jakarta Utara lantaran dia merasa kurang mendapat kepercayaan dari Ahok. Terlebih mantan Bupati Belitung Timur itu menyindirnya sekongkol dengan Yusril Ihza Mahendra, calon pesaing Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here