Diupah Ala Kadar, Lima Bocah Jaga Pintu Perlintasan KA di Indramayu

90
0
SHARE

BHARATANEWS.ID  |  INDRAMAYU  – Di tengah terik matahari yang menyengat, lima bocah usai pulang sekolah  langsung ganti baju dan rela berdiri mengatur lalu-lintas kendaraan yang hendak melintasi salah sebuah perlintasan Kereta Api (KA) yang tidak berpintu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Bocah usia SD itu saat dijumpai Pos Kota, Senin (1/5)  tengah sibuk mengatur lalu-lintas  kendaraan agar selamat dari kecelakaan KA. Mereka berbagai tugas dengan rekan satu sekolah. Dua anak mengatur kendaraan pada sisi utara rel KA, dan tiga anak lainnya mengatur lalu-lintas kendaraan pada sisi selatan rel KA.

Hasil keringat mereka mengamankan perjalanan KA diupah ala kadarnya oleh pengendara sepeda motor dan mobil yang akan melintasi rel KA itu. “Ada yang memberi Rp500 ada juga yang memberi Rp2 ribu bahkan Rp5 ribu,” ujar Jaelani, 10 salah seorang bocah penjaga perlintasan KA.

Tugas  ke-5 bocah itu menggantikan peran orang tua yang pada saat musim panen padi seperti sekarang ini disibukkan dengan kegiatan sebagai buruh penderep atau pemotong padi di sawah. Hasil pekerjaan buruh penderep padi itu ternyata jauh lebih besar ketimbang  penjaga pintu perlintasan KA.

“Bekerja sebagai buruh penderep padi di sawah itu lumayan besar. Sehari hasilnya mencapai  60 Kg sampai 80 Kg gabah. Jika diuangkan dengan harga jual gabah Rp4  Ribu per Kg,  maka mencapai  Rp240 ribu hingga Rp320 ribu sehari,” kata Kasno, 48.

 Saat Panen Padi

Sayangnya bekerja sebagai buruh penderep padi itu musiman atau tiap 6 bulan sekali. Dalam setiap musim, buruh penderep bekerja di sawah  paling banter hanya sekitar 2 sampai 3 bulan. Dalam setahun,  panen padi terjadi dua kali yaitu pada dua musim penghujan (musim rendeng)  dan musim kemarau  (musim gadu).

Penghasilan sebagai penjaga pintu perlintasan KA hanya mengandalkan belas kasihan pemberian pengendara yang akan melintasi rel KA. Seperakpun jerih payah penjaga perlintasan KA tak berpintu  itu tidak dibayar oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT.KAI).

Padahal, banyak perlintasan KA di Kabupaten Indramayu yang tidak berpintu dan tidak berpenjaga sehingga setiap saat rawan terjadi kecelakaan.

Di wilayah Kabupaten Indramayu sudah tak terhitung lagi jumlah korban jiwa yang meninggal dunia dihantam KA di berbagai titik perlintasan KA yang tak berpintu dan tak berpenjaga. Ironisnya  hingga saat ini, PT KAI sebagai operator yang mengoperasikan KA di Indonesia  masih belum berencana “membenahi” perlintasan KA yang tak berpintu dan berpenjaga. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here