News Of The Week: Perempuan Paling Banyak Jadi Korban Petrus di Magelang

109
0

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Jumlah korban penembakan oleh orang tidak dikenal yang diduga menggunakan senapan angin di Kota Magelang, Jawa Tengah, terus bertambah. Saat ini tercatat 13 orang menjadi korban. Ironisnya, mayoritas adalah perempuan.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto mengatakan, rata-rata korban adalah kaum perempuan dan terkena tembakan di bagian pinggang ke bawah.

“Hal ini menjadi keprihatinan kami, bukan hanya 13, mungkin ada masyarakat yang terkena tidak mau melaporkan awalnya. Tetapi tidak apa-apa kami harus proaktif menanyakan pada masyarakat dan menggali untuk kasus ini supaya lebih cepat terungkap. Meskipun semula korban tidak lapor, sekarang sudah pada mulai lapor,” katanya, Rabu 27 April 2016.

Peningkatan jumlah pelapor, sambungnya, otomatis membantu pihaknya untuk menambah keterangan guna mengungkap kasus tersebut dan yang lebih penting bagaimana kasus itu tidak terjadi lagi.

Terkait lokasi penembakan, masih didalami oleh jajaran Reskrim, tetapi diperkirakan tidak jauh dari seputaran Pecinan Jalan Pemuda, Jalan Ikhlas dan Jalan Tidar. Guna mengungkap kasus tersebut pihaknya masih mengumpulkan data dan direncanakan besok tim Labfor Polda Jateng datang ke Magelang.

Ia menyebutkan, sampai sekarang ditemukan dua proyektil, pertama yang menempel di baju salah satu korban dan kedua ditemukan di lokasi kejadian. Menyinggung motif dari penembakan tersebut, Kapolres mengatakan pihaknya tidak akan pernah berbicara masalah tersebut.

Untuk dapat mempercepat pengungkapan kasus tersebut, Kepala Biro Operasi Polda Jateng, Kombes Pol Tatang, menyatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku penembakan misterius tersebut.

“Kita diperintahkan Kapolda membentuk tim. Dari reserse membentuk lima tim. Dari intel membentuk tiga tim,” kata Tatang di Polda Jateng, Semarang, Jumat 29 April 2016.

Tatang menegaskan, hingga kini Polisi belum berhasil menangkap pelaku penembakan. Yang jelas, kata Tatang, segala teknologi milik Polda Jateng bakal dikerahkan untuk membantu upaya pencarian.

“Kita akan fokus. Dengan menunakan teknologi kita akan kejar. Mudah-mudahan bisa secepatnya terungkap,” tegas Tatang.

Sejauh ini, Polda Jateng sedang mendalami motif dari penembakan misterius tersebut. Tatang menegaskan Polda Jateng tidak mau gegabah dalam melakukan penyidikan. “Kita lagi dalami itu. Kita tidak bisa kira-kira,” tandasnya. (okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here