MK Kabulkan Permohonan Perselisihan Pilkada Teluk Bintuni

82
0

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan akhir sidang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Teluk Bintuni, Papua.

MK membatalkan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 1 Desa Moyeba pada 19 Maret lalu karena dinilai tidak dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Menjatuhkan putusan akhir berupa membatalkan hasil perolehan suara masing-masing pasangan calon pada proses pemungutan suara ulang di TPS 1 Moyeba, Distrik Moskona Utara,” kata Wakil Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, beberapa waku lalu.

Dengan dibatalkannya atau tidak dihitungnya hasil PSU tersebut oleh MK, maka perolehan suara pasangan calon nomor urut 2 Petrus Kasihiw-Matret Kokop selaku pihak pemohon berbalik unggul sebanyak 742 suara atas pasangan calon nomor urut 3 Daniel Asmorom-Yohanis Manibuy.

“Menetapkan bahwa perolehan suara yang benar untuk masing-masing pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Teluk Bintuni di TPS 1 Moyeba Distrik Moskona Utara menjadi nihil,” tegasnya.

Dalam putusannya, MK juga mengabulkan permohonan pemohon yang meminta agar MK dapat menetapkan dan mengembalikan suara yang diperoleh oleh Petrus Kasihiw-Matret Kokop di 3 TPS lain yaitu TPS Inovina, Mosum, dan Mersitem yang beberapa jumlah suaranya telah sengaja dirubah untuk Daniel Asmorom-Yohanis Manibuy.

“Membatalkan Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Teluk Bintuni bertanggal 18 Desember 2015 tentang rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pilkada Teluk Bintuni beserta lampirannya mengenai perolehan suara masing-masing pasangan calon,” kata Anwar.

Sementara kuasa hukum pemohon, Taufik Basari menegaskan, berdasarkan putusan MK ini maka sudah jelas bahwa Petrus Kasihiw-Matret Kokop merupakan pasangan calon yang memenangkan pilkada di Teluk Bintuni.

“Putusan MK ini memberi pelajaran bagi kita agar jangan ada tindakan-tindakan yang dapat merusak demokrasi dalam proses pilkada. Harus menghormati suara rakyat yang telah diberikan,” kata Taufik Basari dalam keterangannya, Sabtu (30/4/2016).

Dengan adanya putusan MK kata dia, pasangan calon nomor urut 2 yaitu Petrus Kasihiw-Matret Kokop bisa ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih oleh KPU. (okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here