Hendak Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Diperkosa Dosen

130
0

BHARATANEWS.ID | PALEMBANG – Berniat menyelesaikan skripsi, seorang mahasiswi cantik berinisial BR (21) diduga diperkosa oleh dosen berinisial DS, di kediaman sang dosen di daerah Palembang, Sumatera Selatan.

Pelaku diketahui dosen di salah satu universitas di Kota Palembang dan juga menjadi orangtua angkat korban. DS merupakan suami dari dosen pembimbing skripsi korban berinsial EL.

Berdasarkan keterangan korban, dugaan pemerkosaan itu berawal ketika dirinya sedang menyelesaikan skripsi miliknya. Lantaran cukup rumit, ia pun rutin berkunjung ke kediaman EL, dosen pembimbingnya di univeritas untuk berdiskusi terkait kendala yang dialaminya itu.

Dari situ, korban sering bertemu dengan DS suami EL yang juga seorang dosen hingga terjadi keakraban antara mereka. Bahkan diketahui, karena tidak mempunyai anak, DS dan EL menganggap korban sebagai anak mereka. Begitu juga korban yang menganggap kedua pasangan tersebut sebagai orangtuanya.

Singkat cerita, keakraban sebagai orang dan anak pun terjalin. Sehingga korban pun tak canggung untuk menginap di kediaman keluarga dosen tersebut.

“Mereka mempunyai rumah di Indralaya. Tapi karena pak DS ini dosen univeritas swasta, jadi dia ngekos di Palembang, sementara EL dosennya sendiri. Saya memang sering main ke kediaman mereka, kami sudah dekat. Bahkan seperti keluarga,” kata BR, saat di Polresta Palembang, Jumat (29/4/2016).

Dikatakan korban, DS juga kerap membantunya untuk menyelesaikan skripsi tersebut. Termasuk mencari sample penelitian yang dibutuhkan BR dalam skripsi tersebut. Namun petaka itu datang pada awal Januari silam, atau tepatnya enam bulan setelah perkenalan korban dengan DS.

Sebelum kejadian itu, korban sedang pulang ke kampung halamannya di Jambi, tiba-tiba mendapat telepon dari DS dan mengatakan jika sample penelitian yang dibutuhkan BR sudah ditemukannya.Tiba di Palembang, korban dijemput oleh DS. Tapi karena sudah larut malam, DS akhirnya menawarkan korban untuk menginap di kamar kostnya.

“Awalnya saya tidak mau karena istri pak DS (EL) tidak bisa datang. Tapi karena pak DS meyakinkan saya jika tak akan terjadi apa-apa, jadi saya mau,” ungkapnya.

Lelah dengan perjalanan jauh, akhirnya korban langsung tertidur saat tiba di kamar kost milik DS. “Baru saja tidur, saya terbangun dan melihat pak DS sudah berada di atas badan saya. Saya mencoba melawan pak, tapi tenaganya terlalu kuat,” keluhnya.

Setelah kejadian itu, lanjutnya, DS mengancam dirinya agar tidak menceritakan kejadian tersebut ke orang lain, jika menceritkan DS akan menghambat penyelesaian skripsi dan menunda wisuda korban.

Rupanya, perbuatan itu DS kembali diulangi. Sejak awal Januari 2016 lalu, sedikitnya sudah tiga kali aksi bejat DS dilakukan terhadap korban. “Saya tidak berani bercerita karena diancam itu. Karena saya tertunda wisuda, kasihan dengan orangtua saya,” katanya.

Namun, korban ternyata tak mampu untuk menutupi aibnya tersebut, dan akhirnya bercerita kepada EL. Malangnya, bukan tanggapan perihatin yang diterima olehnya, EL justru menuduh korban sudah berselingkuh dengan DS.

“Ibu EL tidak mau mendengar penjelasan saya. Dia juga akhirnya menelepon orangtua saya, sehingga orangtua saya yang ada di Jambi datang ke Palembang,” ungkapnya.

Setelah ibunda korban datang ke Palembang, terjadilah pertemuan diantara kedua keluarga ini. Keluarga korban menuntut tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan oleh DS. Namun DS enggan bertanggung jawab, dan akhirnya korban beserta keluarga memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

“Pak DS itu juga sebelumnya sempat mengajari saya untuk tidak menceritakan kejadian itu, tapi saya tidak mau. Intinya dia tidak mau tanggung jawab,” terangnya.

Sementara itu, ibunda korban, Nurhayati mengatakan, awalnya ketika terjadi pertemuan antar kedua korban DS sempat membantah peristiwa itu, namun setelah diajak berkomunikasi secara kekeluargaan, DS akhirnya mengakui semua perbuatannya.

“DS mengaku hanya sekali melakukan itu. Saya hanya menuntut tanggung jawab, agar anak saya ini cepat selesai kuliahnya, dan setelah itu akan saya bawa pulang, namun ternyata tidak ada tanggapan. Saya hanya menutut kebenaran saja. Saya harap pelakunya ditangkap dan dihukum sesuai apa yang dia lakukan,” kata Nurhayati.

Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Saksi-saksi masih kita periksa. Sekaligus menunggu hasil visum dari rumah sakit. Pasti akan kita lakukan pemanggilan terhadap terlapor,” kata Maruly. (okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here