Antar Pulang, Sopir Sekolah TK Cabuli Bocah

102
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BATUAJI – Entah apa yang ada di dalam pikiran Suwitno (26), sopir antar jemput siswa Sekolah Taman Kanak-kanak di Batuaji, tega mencabuli siswa perempuan berinisial YM (5) saat mengantar pulang sekolah. Akibat perbuatannya Suwitno ditangkap polisi untuk menjalani proses hukum di Mapolsek Batuaji.

Kanitreskrim Polsek Batuaji, M Said mengatakan, setelah mendapat laporan orangtua korban tidak lama kemudian pelaku langsung ditangkap. Berdasarkan keterangan orangtua korban, pelaku mencabuli korban saat di perjalanan pulang ke rumah di Tanjunguncang. Waktu itu korban siswa terakhir yang akan di antar oleh Suwitno. Dalam kesempatan itu pelaku nekat berbuat senonoh kepada korban di dalam mobil.

“Pengakuan korban pelaku melakukan pencabulan itu di dalam mobil menuju pulang ke rumah,” kata Said di Polsek Batuaji, Jumat (29/4/2016).

Said menuturkan, selama ini pelaku tidak mengantar jemput korban. Sekolah memiliki dua mobil antar jemput siswa, pada hari kejadian itu salah satu mobil dibawa kepala sekolah pergi ke bank kemudian menyuruh pelaku untuk mengantar semua siswa.

“Biasanya korban diantar-jemput sopir lain. Tapi hari itu semua siswa pelaku yang mengantar pulang,” sambungnya.

Ia menyampaikan pelaku membuka celana korban, kemudian memasukkan tangannya ke dalam kemaluan korban. Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa saksi sebanyak enam orang, seperti orangtua korban dan pihak sekolah.

“Semua saksi memberikan keterangan mengarah kepada pelaku. Hasil visum mendapat luka di dalam kemaluan korban,” katanya.

Untuk saat ini, polisi masih mengembangkan kasusnya untuk penyidikan lebih lanjut. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian dalam korban dan akan menarik mobil sekolah. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal lima tahun.

Tersangka Suwitno pun membantah melakukan pencabulan itu kepada korban. Ia mengaku sudah setahun bekerja sebagai sopir di sekolah itu, selama ini bukan dirinya yang mengantar dan menjemput korban. Ia juga kaget saat dituduh sebagai pelaku pencabulan yang dialami korban.

“Aku tak bawa anak itu, yang bawa anak itu biasanya Muhammad Naya sopir lainnya. Saya tak melakukan dan tak pernah pegang anak itu. Malah saya yang dituduh,” kata Suwitno. (okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here