Angkutan Kota Yang Terkena Dampak SSA di Kota Bogor Lumpuh

121
0

LAPORAN HERI SUPENDI

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Aksi penolakan program SSA para supir angkot hingga saat ini masih berjalan. Dampak SSA tersebut tidak hanya dirasakan oleh supir angkot, namun para pengguna jasa layanan angkot juga turut merasakan dampak tersebut dikarenakan tidak adanya angkot seKota Bogor yang terkena dampak SSA tidak ada yang beroperasi dan hendak melakukan Demo besar-besaran di Balaikota menuntut pemberhentian program SSA.

Menanggapi rencana demo tersebut, Walikota Bogor Bima arya mengatakan akan antisipisasi dengan muspida untuk mengerahkan armada mobil untuk pengangkutan masyarakat. Rerouting akan dilakukan dan akan disesuaikan agar tidak bertumpuk. SSA hanya langkah awal, setelah melalui proses kajian dan pembahasan yang dalam kita akan terus menjalankan SSA.

IMG-20160429-WA0006

“kita sudah antissipasi dengan muspida untuk mengangkut masyarakat yang akan beraktifitas. Nanti kita akan mererouting angkot agar tidak bertumpuk. SSA hanya langkah awal, setelah melalui proses kajian, kita akan tetap menjalankan SSA”, ujarnya kepada bharatanews.id.

Tio salah seorang warga yang hendak melakukan aktifitasnya ke Jakarta, terhambat karena tidak ada angkot di Terminal Laladon Kota Bogor yang mengarah ke Stasiun Bogor.

Tio mengatakan sudah berada di Terminal Laladon dari jam 6 pagi hingga pukul 08.00 masih tidak menemukan angkot yang beroperasi ke arah Stasiun Bogor.

“Saya tidak tahu kalau mau ada demo. Dari jam 6 pagi sampai sekarang saya disini nunggu angkot ga ada”, ujarnya kepada bharatanews.id.

Jejen selaku mantan supir angkot yang beralih menjadi supir angkot mengatakan dampak SSA ini membuat banyak supir angkot yang beralih ke tukang ojek, tukang panggul. Tidak hanya beralih profesi, banyak juga dari para Istri supir angkot yang memutuskan untuk bercerai karena tidak mendapatkan penghasilan dari para supir angkot.

“Saya dulunya supir angkot, karena penghasilan saya semanjak ada SSA cuma 40.000 sehari, saya jadi tukang ojek. Banyak yang beralih ke Tukang ojek, tukang panggul. Banyak juga yang bercerai karena ga bisa ngehdupin istri dan anaknya.”, Ujar Jejen. (her/nik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here