Sopir Angkot Ngamuk…

103
0

BHARTANEWS.ID – Sopir angkot di Bogor kembali turun ke jalan. Mereka melakukan aksi mogok menolak pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) yang ditetapkan secara permanen oleh Pemerintah Kota Bogor. Para sopir angkot ini pun mengamuk.

Pantauan Metropolitan, aksi unjuk rasa dilakukan di halaman Balaikota Bogor, kemarin. Para sopir merasa dirugikan dengan pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) yang dianggap terlalu dipaksakan lantaran menimbulkan banyak persoalan. Bagi para sopir, selain mengurangi pendapatan, SSA juga membenturkan para sopir angkot lantaran trayek yang berubah dan berbenturan dengan angkot lainnya.

Unjuk rasa dimulai dengan konvoi para sopir yang dilanjutkan dengan orasi di halaman Balaikota mengenakan mobil sound. Sejumlah perwakilan sopir lantas maju bergantian menyampaikan tuntutan mereka dan menduduki Balaikota Bogor.

Mereka menuntut Walikota Bogor Bima Arya menemui para demonstran. Para sopir pun mengancam jika Bima tak menemui para sopir hingga pukul 13:00 WIB, mereka akan melakukan sweeping di jalan.

Ancaman mereka terbukti, hingga pukul 13:00 WIB Bima tak kunjung menemui mereka. Para sopir yang mulai emosi lantas mulai bergerak ke depan gerbang Balaikota Bogor dan melakukan sweeping. Sejumlah angkot yang sedang beroperasi diberhentikan paksa dan para penumpang diturunkan.

Suasanan sempat memanas. Terjadi adu mulut antara petugas keamanan dan para sopir yang melakukan sweeping. Suasana sempat menegang saat sejumlah sopir angkot menolak menghentikan aksinya. Namun, selang beberapa saat, sesuai komando para sopir kembali ke Balaikota untuk kembali menyampaikan aspirasi mereka.

Koordinator aksi Empai Supardi mengatakan, para sopir mendesak Bima Arya membatalkan SSA. Sebab, menurutnya, sejak diberlakukan SSA, pendapatan para sopir berkurang drastis. Di samping itu, banyak trayek yang bersinggungan karena melewati jalur yang sama.

“Pengambil kebijakan harus bijaksana. Jika anggaran besar kenapa tidak dibenahi dulu infrastruktur dan perbaikan lainnya seperti penataan trayek sebelum menetapkan SSA. Ini malah belum jelas sampai sekarang dan terkesan dipaksakan, makanya kami demo,” ujar Empai di sela-sela aksi, kemarin.

Menurutnya, saat menerapkan SSA seharusnya Bima mementingkan masyarakat yang terkena dampak langsung SSA seperti sopir. “Kalau seperti ini kami seperti diadu domba antarsopir. Kami meminta walikota menemui kami, jangan hanya mengambil suara kami ketika pemilihan saja. Tolong dengarkan suara kami,” pintanya.

Sementara itu, salah satu sopir, Khoerudin mengatakan, jika memang kebijakan SSA tidak bisa diubah, seharusnya Pemkot Bogor menertibkan lebih dulu trayek angkot yang terkena dampak langsung. Menurutnya, walikota Bogor harus transparan dalam me­ngambil kebijakan, bukan malah mengorbankan sopir angkot seperti saat ini.

“Sekarang banyak trayek yang berbenturan. Sekarang penumpang dari Stasiun Bogor ke BTM sudah naik, tapi karena mutar dan harus jalan lagi sesampainya di Pasar Bogor, akhirnya mereka tidak jadi naik angkot. Sejak SSA pendapatan kami berkurang 40 persen,” kata Khoerudin.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Irwandi mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang patut dihargai. Namun, jika dalam prosesnya terjadi kericuhan, ia mengaku akan membubarkan paksa masa aksi. “Silakan saja mereka unjuk rasa, yang penting berjalan tertib dan tidak menimbulkan kerusuhan,” pinta Irwandi.

Sebelumnya diberitakan, setelah menggelar evaluasi tahap II uji coba Sistem Satu Arah (SSA), Pemkot Bogor memutuskan SSA menjadi permanen alias diberlakukan seterusnya. Kebijakan ini diambil setelah Pemkot Bogor mendengar banyak masukan dari berbagai pihak pada rapat evaluasi.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, Pemkot Bogor telah mendengarkan hasil kajian dari berbagai pihak. Kesimpulannya, berdasarkan kajian tek­nis, SSA akan diberlakukan permanen dengan catatan perbaikan. (fin/c/er/wan).(metropolitan.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here