Tolak Dituduh Kirim Foto Asusila, Terdakwa Kasus ITE Minta Dibebaskan

78
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE yakni mengirim email berisi foto-foto asusila, menolak tuduhan tersebut. “Saya tidak pernah mengirim email yang berisi foto-foto asusia,Pak, “ ucapnya usai  mengajukan pembelaan.

 “Saya juga sudah sampaikan pembelaan ini dalam sidang, Karena tak ada bukti, saya harus dibebaskan, ” tambah Sanusi,  pada wartawan, di Pengadilan Negeri jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).   Menurutnya, tuduhan jaksa Yan Ervina yang menuntut dirinya 4,5 tahun tersebut error in pesona alias kabur dan tidak jelas. “Pelaku pengiriman email pada 16 April 2012  bukan saya, melainkan orang lain,” katanya sambil menyebutkan hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan Komisi kejaksaan yang duiminta LPSK.

Padahal, dalam sidang juga sudah diungkapkan kalau foto-foto asusila di dalam botebook yang diemailkan itu diambil dari flash disk saya yang diserahkan oleh Ruben Kunasnadi kepada Adechan Thohami.

TIDAK TERBUKTI

Mengutip keterangan saksi ahli UU ITE, internet dan digital forensik, M. Salahuddien Manggalany, kemungkinan email itu dikirim dicopy dari external hardisk  “Sesuai fakta persidangan ternyata penyidik tidak menyita dan memeriksa notebook yang digunakan oleh pelapor Safersa sesuai sop digital forensik untuk membuka email, tapi  1dari email server yahoo, ” katanya.

  Padahal sesuai keterangan saksi  kegiatan membuka email ini harus didokumentasikan dengan merekam kegiatan ini, kemudian rekaman video ini harus disita untuk dijadikan barang bukti sehingga majelis hakim yakin bahwa cetakan email tersebut adalah otentik dan sama seperti dokumen elektronik email aslinya seperti yang disebutkan dalam pasal 5 dan 6 UU ITE. “Pokoknya, bila saya dihukum satu hari pun saya, bakal banding, sebab saya tidak melakukan hal itu, Saya dizholimi orang lain yang menggunakan emal saya,” katanya sedih. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here