Mahasiswa Bandar Narkoba Ditangkap BNN di Rumahnya

93
0
SHARE

‎BHARATANEWS.ID | TANJUNG PRIOK  – Seorang mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara di rumahnya di Cilangkap. Ia kedapatan menyimpan 3 kg daun ganja, 2,5 butir ekstasi, dan shabu.

Penggerebegan ini dilakukan wasan Cilangkap digerebek BNN dibantu Yonintel Kostrad. Tersangka, Revo Maidar Aditiya, 20, yang juga mahasiswa itu, ternyata merupakan bandar narkoba yang selama ini memasok narkoba dibeberapa titik di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.

Kasie Pemberantasan BNN Kota Jakarta Utara‎, Rizky Fahrurrozi, mengatakan ‎tersangka Revo merupakan hasil pengembangan dari ditangkapnya seorang bandar di sebuah tempat hiburan di kawasan Pluit beberapa pekan yang lalu.

“Setelah penangkapan di Pluit, salah satu dari tersangka mengungkap ada bandar ganja yang cukup besar perannya dalam memasok sejumlah paket ganja di Jakarta Utara,” ujar Rizky, Kamis (31/3)

Dikatakan Rizky, pihaknya kemudian langsung menelusuri informasi tersebut dan berhasil meringkus tersangka ditempat tinggalnya di RT04/01, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Dari dalam rumah tersebut menyita 3 kg ganja dikemas dalam 2 paket ukuran besar, 6 paket ukuran sedang, dan 15 paket ukuran kecil; 2,5 butir pil ekstasi; satu gram narkotika jenis sabu kristal bening; sebuah timbangan digital; dua buah bong (alat hisap).

Selain itu, uang tunai Rp 797 ribu, 4 kartu ATM, motor Beat Merah tanpa nomor polisi, KTP, dua SIM, serta dua tabung gas CO2 untuk air soft gun dan kartu anggota yang ditemukan dilokasi.

“Pelaku tidak melakukan perlawanan saat kami tangkap, namun memang kita masih menelusuri darimana pelaku ‎bisa mendapatkan narkotika jenis ganja tersebut. Bila dilihat dari jenis dan karakteristik ganja yang masih segar diduga kuat ganja ini berasal dari jaringan Aceh,” tambahnya.

Sebelumnya Pemakai

Tersangka, Revo mengaku nekat mengedarkan dan menjadi bandar ganja karena dirinya sebelumnya adalah pemakai narkotika jenis tersebut dan langsung ketagihan sehingga membuat dirinya harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan barang tersebut.

“Soalnya paling gampang buat dapetin barang itu ya dengan cara jadi pemasoknya, makanya saya jualin barang itu ke pelanggan, nanti dari hasil keuntungan penjualan itu saya dapat bagian sejumlah uang dan paket ganja yang biasa saya konsumsi,” ucap Revo.

Ia mengaku sudah setahun terakhir mengedarkan narkotika jenis ganja tersebut kepada sejumlah pelanggan yang ia kenal di beberapa titik lokasi tempat hiburan dan tempat nongkrong anak muda yang ada di wilayah Jakarta Utara.

“‎Saya jual langsung sistem besar kalau untuk tempat hiburan dan pelanggan kelas kakap, biasanya per kilo saya langsung ambil untung Rp 3 juta, tapi kalau untuk paket kecil hanya kisaran di bawah Rp 150-200 ribu per 100 gramnya,” katanya.

Atas perbuatannya Revo dijerat Pasal 114 ayat 2 Junto Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau maksimal hukuman mati. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here