Himbauan Pelacakan Obat

96
SHARE

BHARATANEWS.ID – Pejabat kesehatan baru-baru ini meminta para dokter untuk melacak obat yang akan mereka berikan kepada pasiennya sebelum mereka memberikan resepnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan resiko terhadap efek samping obat-obatan tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang dilakukan di masa pemerintahan Obama guna menjinakkan sebuah epidemi dari penyalahgunaan obat yang menyebabkan kematian pasien terkait dengan obat penghilang rasa sakit opoid seperti Vicodin dan OxyContin.

Puluhan juta dolar habis dikeluarkan pemerintah yang bekerjasama dengan para eksekutif perusahaan demi kampanye memerangi kecanduan obat.

“Peran mereka adalah untuk mengatakan apa yang perlu dilakukan, peran saya adalah menyelesaikannya,” kata Gary Mendell, seorang CEO dari lembaga non-profit Shatterproof, yang ikut melobi pemerintah memperketat standar obat-obat yang berpotensi candu seperti yang dilansir dari FoxNews, Rabu (30/3).

Mandell sendiri mendirikan lembaga ini pada tahun 2011 setelah anaknya bunuh diri akibat kecanduan obat penghilang rasa sakit. Sebelumnya Mendell adalah CEO dari HEI Hotels.

Laporan baru dari Shatterproof menghimbau untuk meningkatkan sistem monitoring obat yang kini berlaku di 49 negara bagian.  (Analisadaily)