Ditinggal Suami, Ibu Tega Jual Bayi Rp 40 Juta

89
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | KEBAYORAN BARU  – Motif ekonomi karena ditinggal suami, membuat sang ibu tega menjual bayinya sendiri seharga Rp 40 juta kepada dua penyalur . Namun akibatnya si ibu beruruan sama polisi setelah yang disergap aparat Polres Jakarta Selatan di hotel kawasan Mampang, Jaksel.

Tersangka SW, 30, ibu dari FT bayi laki-laki yang masih berusia 3 bulan 10 hari ini mengaku butuh uang untuk mencukupi kebutuhannya sehingga nekat menjual bayinya sendiri.

Wakapolres Jaksel, AKBP Surawan, didampingi Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Audie Latuheru menjelaskan SW sudah ditinggal kabur suaminya.

Kejadian berawal saat pengembangan kasus eksploitasi anak yang dilakukan oleh dua cewek yang membawa anak menjadi Joki 3 in 1, Irianti dan Nur Hasanah di kawasan Blok M. Serta pasangan suami istri Erwin saputra, 20, dan Sumiyati,21,.

Setelah pengembangan yang dilakukan polisi sempat mencoba berpura-pura ingin membeli bayi tersebut. Polisi pun sempat gagal tiga kali kepada penjual dan penyalur bayi tersebut.

Lantaran butuh uang,tersangka nekat menjual bayinya kepada Kanoni Delia, 46, dan W alias Dina, 42, ditawari Rp 40 juta. Polisi pun menyepakati dengan mempersiapkan uang tunai dan hingga bertransaski di hotel di Jalan Woltermongisidi, Mampang, Jaksel.

Kedua penyalur disergap di area parkiran mobil sekira pk. 23:00 WIB Rabu (30/3). Keduanya pun digiring ke Mapolres Jaksel setelah memberikan bayi dan menerima uang Rp 40 juta. “Kami pun langsung amankan pelaku ke Polres dan menangkap ibunya yang menjualnya,” papar Kasat Reskrim.

Peran Kanoni Delia merupakan penyalur, sedangkan Dina, merupakan bagian promosi yang menawarkan kepada yang ingin membeli bayi. Sedangkan SW Ibu bayi malang ini pun disergap di rumah temannya sekira pk. 03:00 WIB, ia dibekuk saat mengharapkan uang yang telah dibayar.

Rencanannya dari Rp 40 juta dibagi hasil sebanyak Rp 23 Juta akan diterima oleh Kanoni, sedangkan Penyalur Mama Dina mendapatkan Rp2,5 juta. Sedangkan Ibu korban mendapatkan sisa hasil pembagian.

Saat ini bayi laki-laki FT telah berada di RPSA Bambu Apus Cipayung, Jaktim, dirawat oleh tim Kemensos. Kepolisian mendalami apakah bayi yang dijual tersebut akan dijual untuk eksploitasi atau dipakai dengan sendirinya. “Masih dalam penyelidikan oleh kami. Pengakuannya tersangka baru sekali tetapi kami mendapatkan informasi mereka ini sudah sindikat,” papar AKBP Surawan.

BISA PILIH

AKBP Audie Latuheru menuturkan bahwa sempat tiga kali batal transaksi Pihak penjual sempat menawarkan kriteria sesuai pilihannya, bahkan hingga golongan darah pun bisa dicarikan sesuai pesanan. “Misalkan mau cewe apa cowo bayinya bisa dipesan, lalu bisa juga dipilih golongan darahnya apa,” tutur Kasat Reskrim.

Ketiganya kini terancam Pasal 2 dan Pasal 10 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO dan Pasal 76 F dan Pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara atau dendan Rp 600 juta. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here