Depresi Bukan Penyakit Sepele

86
0
SHARE

BHARATANEWS.ID Para peneliti dari University of Granada di Spanyol melakukan meta-analisis dari 29 studi yang telah dilaksanakan sebelumnya, karena mereka melihat perubahan dalam sel responden yang mengalami depresi selama, sebelum dan setelah menjalani pengobatan antidepresan. Kemudian, hasil meta-analisis tersebut mereka bandingkan dengan responden yang sehat.
Secara khusus, peneliti melihat tingkat malondialdehid, yaitu penanda biologis dalam tubuh yang menunjukkan kerusakan sel dan stres oksidatif, dan menemukan hubungan antara depresi dan peningkatan kadar senyawa tersebut. Sementara itu, diketahui pula bagaimana depresi dan stres oksidatif saling berkaitan dan terhubung.

Stres oksidatif sendiri terjadi ketika tubuh berjuang keras untuk membersihkan radikal bebas, yaitu molekul yang dapat mengubah protein, lipid dan DNA dalam tubuh secara negatif dan memicu sejumlah penyakit.

Sebelum pengobatan, orang yang mengalami depresi memiliki tingkat malondialdehid yang tinggi, rendahnya tingkat seng antioksidan serta asam urat, yang menjadi tanda stres oksidatif. Tetapi, setelah pasien menerima pengobatan, malondialdehid mereka turun sangat signifikan.

Dengan kata lain, temuan tersebut menunjukkan bahwa depresi “harus dianggap sebagai penyakit sistemik,” jelas para peneliti. Hal itu bisa menjelaskan hubungan antara depresi dan penyakit lainnya seperti penyakit kardiovaskular, sehingga depresi bisa menjadi awal segala macam penyakit.

Penelitian sebelumnya menunjukkan hubungan yang jelas antara kesehatan mental seseorang dan kondisi fisiologis. Depresi sangat mungkin berhubungan dengan peradangan dan menjadi penyakit genetik.

Meski demikian, studi terbaru lain yang diterbitkan dalam jurnal Health Affairs menemukan bahwa dokter sering kali tidak menindaklanjuti pasien penderita depresi layaknya pasien dengan kondisi kesehatan lain seperti diabetes melitus maupun penderita asma. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa depresi tak bisa disepelekan.

Studi terbaru itu diharapkan memiliki peran dalam mengubah cara orang memandang penyakit mental. “Otak dan tubuh terhubung,” ujar Sagar Parikh, Direktur University of Michigan Comprehensive Depression Center di Amerika Serikat (AS). “Intinya adalah masalah kesehatan mental memiliki dampak pada kesehatan fisik,” tambah Parikh (medanbisnisdaily.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here