Napi Lapas Kediri Simpan Cambuk

127
SHARE

BHARATANEWS.ID | Kediri – Petugas gabungan dari Polres Kediri Kota, Kodim 0809 Kediri, BNN dan Satgas Lapas menggelar razia di Lapas Kelas 2 A Kediri. Diduga telah bocor, razia yang diprioritaskan pada kasus narkoba itu, akhirnya tanpa ada temuan narkoba.

Setelah masuk ke dalam Lapas Kelas 2A Kediri, petugas langsung mengeluarkan seluruh tahanan dari masing-masing ruangan. Petugas kemudian menggeledah pada tiap-tiap ruangan tahanan dan barang bawaan mereka.

Puluhan korek api berbahas gas, senjata tajam (sajam) jenis kater, gunting, silet, pemotong kuku, serta sejumlah obat generik dengan fungi obat penenang berhasil ditemukan dari dalam kamar tahanan. Selain pada blok tahanan narkoba, petugas juga memeriksa blok tahanan pria dan tahanan wanita yang dihuni sebanyak 660 warga binaan yang berada di blok A, B, C dan D.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang Wijanarko Bain, razia dengan sandi operasi bersinar selektif prioritas perdana ini diprioritasan pada kasus narkoba, tetapi barang yang berhasil ditemukan berupa barang-barang berbahaya seperti, silet, korek api yang terlarang masuk ke lapas. Namun dari sejumlah barang berbahaya yang berhasil ditemukan tidak ada satu orang tahanan pun yang mengakuinya.

“Seluruh barang berbahaya yang berhasil kita temukan langsung kita lakukan penyitaan. Tidak ada narapidana maupun tahanan yang mengakuinya,” kata AKBP Bambang Wijanarko Bain, Selasa (29/3/2016).

Pihak Lapas Kelas 2A Kediri mengaku masuknya benda-benda terlarang tersebut tanpa sepengetahuan petugas lapas, karena setiap barang dan orang yang masuk harus melalui pemeriksaan petugas. Faktor tidak sebanding dengan jumlah warga binaan dimungkinkan benda tersebut lolos dari pemireksaan petugas.

“Kalau idealnya penghuni Lapas sekitar 400 orang, namun saat ini lapas kelas 2A Kediri dihuni oleh 666 warga binaan. Hal ini menjadi masalah dan bukan hanya disini saja, di tempat lain juga sama. Untuk barang-barang yang disita tersebut, tentunya masuk melalui pengunjung, mungkin diselipkan atau dengan cara lain. Tentunya akan menjadi perhatian bagi kami,” jelas Kasi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Kelas 2A Kediri Agus Wahono.

Untuk diketahui, selain melakukan penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine terhadap sejumlah napi. Dari dari pemeriksaan tersebut, hasilnya negatif mengkonsumsi narkoba.

Sementara itu untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang termasuk narkoba, pihak Laapas akan memaksimalkan pemeriksaan. Setiap pengunjung dan barang yang masuk lingkungan lapas akan diperiksa secara teliti. (beritajatim)