Kalah di Pra Peradilan Oleh Buron, Kejagung Segera Terbitkan Sprindik Baru

72
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Kendati dikalahkan oleh buronan  Tri Wiyasa dalam sidang pra peradilan (Prapid) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (1/4) namun Kejaksaan Agung tidak akan menyerah.

“Kita akan mengajukan peninjauan kembali di Mahkamah Agung (MA) (terhadap putusan Prapid tersebut),” tegas Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus)
Fadil Zumhana kepada wartawan, di Gedung Bundar, Kejagung, Rabu (30/3).

Bahkan, Jampidsus Arminsyah yang ditemui terpisah tengah mempertimbangkan akan menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru untuk Tri Wiyasa terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor Cabang BJB (BJB Tower), di Jalan Gatot Subroto Kaveling 93 Jakarta.‎
Kasus ini diduga merugikan negara sekitar Rp217 miliar.

“Ya mungkin saja diterbitkan Sprindik baru, karena kan statusnya sudah enggak tersangka karena putusan pra peradilan,” kata  Arminsyah di Kejagung, Jakarta, Rabu (30/3).

Menurut Arminsyah,  saat ini tim penyidik tengah mengkaji secara keseluruhan putusan Prapid tersebut untuk memastikan langkah apa yang akan diambil berikutnya. “Sampai sekarang masih dikaji putusan tersebut, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” katanya.

Bukan Akhir

Sebelum ini, Jaksa Agung HM Prasetyo sudah mengirim isyarat pihaknya akan memberikan perlawanan balik koruptor. “Kita jalan terus, kasusnya seperti apa. Praperadilan bukan segalanya. Belum akhir,” tegas Prasetyo.

Tri Wiyasa, yang juga Dirut PT Comradindo Lintasnusa Perkasa (PT CLP) sempat mengajukan Prapid dalam status buronan tersangka. Majelis Hakim PN Jaksel mengabulkan dan menyatakan penyidikan tidak sah.

Akibatnya, Tri Wiyasa bebas dari sangkaan korupsi dan status tersangka dianulir. Tersangka ini sempat diburu oleh Direktur Penyidikan (saat itu) Maruli Hutagalung untuk ditahan dan lalu diajukan ke Pengadilan Tipikor Bandung. Tetapi, acapk kali gagal mengejarnya hingga diputuskan sebagai buronan.

Sedangkan satu tersangka lain, Wawan Indrawan (Mantan Kadiv Umum Bank BJB) sudah dibebaskan oleh Pengadilan Tipikor, akhir 2015. Namun, Jaksa penuntut umum tidak menerimanya dan mengajukan kasasi ke MA. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here