Gedung SMK Ambruk, Tempat UN Siswa Pindah

100
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR  – Kegiatan belajar- mengajar di sekolah SMK Mardiyuana, Jalan Siliwangi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Tengah, mulai Rabu (30/3/2016) diliburkan menyusul ambruknya atas sekolah. Bahkan ruang kelas yang akan dijadikan tempat Ujian Nasional (UN) pada 4 Apri mendatang dipindahkan.

“Mulai hari ini (Rabu-red) kegiatan belajar mengajar bagi siswa di sekolah tersebut belajar di rumah dan bukan diliburkan. Mulai hari ini pula puing-puing rerentuhan atap yang roboh akan dibersihkan.” ujar Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jana Sudinan, Rabu.

Dia juga menyebutkan dua ruang kelas yang bakal digunakan untuk pelaksanaan UN di SMK itu juga akan dilaihkan ke ruang kelas lainnya. “Rencananya dua ruang kelas yang akan digunakan untuk UN batal digunakan lantaran ambruk dan akan kita pindahkan ke ruang k ruang kelas lainnya,” ujarnya.

Sedangkan Yohanes Mintarjo, Kepala Sekolah, menjelaskan robohnya gedung SMK Mardiyuana ini terjadi Selasa petang sekitar 15:40 wib saat hujan deras disertai sambaran petir dan putting beliung melanda Kota Bogor. Saat itu sejumlah siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar mendadak atap ruang sekolah ambruk hingga membuat siswa lari berhamburan keluar menyelamatkan diri.

“Saat kejadian memang hujan sangat lebat bahkan terjadi angin puting beliung hingga mengakibatkan sebuah tiang besar roboh menimpa sekolah. Tiupan puting beling ini juga mengakibatka atap sekolah roboh,” terang

Tercatat dua ruang kelas atapnya roboh, kantin dan musolanya juga rusak diterjang puting beliung. Sedangkan empat siswa luka-luka yakni, Lukas,16, Asyiffa Sekarsari,16, Margareta Ayu,16, Nytania,15, mengalami luka ringan di bagian kepala, tangan dan kaki akibat tertimpa puing-puing reruntuhan. Sedangkan dua orang lainnya penjaga kantin, Badriah ,50, serta Dan Siok,39. sempat dilarikan ke rumah sakit tapi malam harinya sudah boleh pulang.

Dia menambahkan, dengan kejadian tersebut seluruh siswa akan di liburkan selama dua hari.”Kita akan lakukan pembersihan akibat reruntuan atap sekolah dan pihakn yayasn juga berjanji akan langsung memperbaiki ruang sekolah yang atapnya ambruk itu,” katanya.

Dia juga mengatakan, roboh atap sekolah ini bukan fisik bangunana sudah tua dan rusak, tapi itu murni bencana alam. “Sekolah ini ambruk akibat terjangan puting beliung,” ujarnya. (Pos Kota)