Di Rumah Sakit Ini, Pasien Cukup Membayar Dengan Doa

75
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Kamar perawatan penuh atau kendala administrasi alias biaya tinggi, kerap dialami pasien dari kalangan tak mampu yang berobat ke rumah sakit umum, termasuk rumah sakit milik pemerintah (RSUD). Namun seluruh kendala tersebut tidak bakal ditemui di rumah sakit ini, pasien cukup hanya membayar segala pelayanan di rumah sakit ini dengan berdoa.

“Karena doa dari kaum dhuafa atau orang yang ‘teraniaya’ pasti diijabah,” kata Wahyu Prabowo, Direktur Utamna Rumah Sakit Ibnu Sina, saat dikonfirmasi Poskotanews.com, Rabu (30/3/2016). Dijelaskan Wahyu, pelayanan bayar dengan doa di rumah sakit yang berlokasi di kawasan Grogol, Jakarta Barat ini sudah berjalan sejak 2013. “Awalnya kita prihatin dengan masyarakat yang tak mampu karena kerap mengalami kendala saat berobat di rumah sakit umum,” ujarnya.

Selain persoalan biaya, lanjut Wahyu, masyarakat dari kalangan tak mampu yang memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pun sering juga kesulitan untuk berobat. “Warga dipersulit dengan segala macam admninistrasi yang harus dilengkapi,” paparnya. “Dari fenomena itu lah konsep membayar dengan doa kami terapkan di rumah sakit ini. Intinya kami ingin membantu kaum dhuafa,”.

60 PASIEN

Di RS Ibnu Sina, tak hanya warga Jakarta yang bisa berobat. Dari luar Jakarta pun akan dilayani di rumah sakit milik Muhammad Idrus ini. “Syarat yang harus dipenuhi adalah pasien benar-benar dari kalangan tak mampu. Itu harus dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan tak mampu (SKTM) dari kelurahan tempat pasien tinggal,” kata Wahyu. Untuk saat ini, RS Ibnu Sina melayani kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Kandungan dan Mata. “Dalam sehari bisa 60 pasien yang berobat,”.

Wahyu menegaskan, pihaknya sama sekali tidak memungut bayaran terhadap pasien. “Kami hanya minta didoakan yang baik-baik dan berharap dari doa pasien ini tujuan kami dikabulkan,”. Saat disinggung pemasukan di rumah sakit, Wahyu menyebutkan pemasukan diperoleh dari dana zakat dan dukungan dari pihak-pihak lain. “Kebetulan Pak Muhammad Idrus di rumah sakit ini menjabat sebagai Komisari dan memiliki jaringan luas,” ungkap Wahyu. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here