Pagi-pagi Dirazia, Pengamen: Kabuurrrr

72
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR  – Belasan gelandangan dan pengemsi (gepeng), anak jalanan (anjal) dan pengamen lari kocar-kacir saat belasan anggota Satbimas Polres Bogor dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kota Bogor mengelar raziia, Selasa (29/3/2016) pagi.

Mereka kaget, pagi-pagi aparat gabungan menangkapi mereka di sepanjang Jembatan Merah hingga Stasiun Bogor di Jl. Kapten Muslihat dan perempatan Jalan Yasmin, Kecamatan Bogor Tengah. Sejumlah pengamen lari tungang langgang saat polisi hendak menangkapi mereka. “Ada razia woi, lari, lari..,” teriak seorang pengamen kepada rekan-rekannya.

Para pengamen lalu kabur di tengah kemacetan di Jalan Abdul Bin Nuh, di sekitar Kompleks PerumahanYasmin. Sedangkan beberapa pengemis kaget saat digiring ke mobil patroli. “Ampun, Bu. Jangan ditangkap,” rengek seorang wanita pengemis.

Namun rengekannya tak digubrisi aparat yang lalu memaksanya naik ke mobil patroli. Hampir dua jam razia digelar di dua titik itu sejak pukul 07:00, aparat gabungan berhasil mengamankan 15 pengemis dan anjal.

Kasar Bimmas Polres Bogor Kota, AKP Diana Susilowati, mengatakaan petugas Dinsosnakertras juga ikut dalam menggelar razia dengan sandi Operasi Bina Kusuma yang digelar selama tiga sejak Senin (287/3/2016). “Tujuannya menekan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Bukan hanya terhadap gepeng, anjal, dan pengamen yang dijadikan sasaran operasi ini, tapi juga pelajar SMP dan SMA. “Terhadap pelajar ini kita razia saat bubaran sekolah di sejumlah tempat keramaian. Kita periksa mulai saku celana dan bajunya hingga tasnya,” katanya.

Mereka yang terjaring dalam razia seperti pengamen, anjal dan pengamen akan diserahkan ke Dinsosnakertrans untuk dilakukan pembinaan. “Sedangkan terhadap pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam atau narkoba akan kami proses sesuai hukum berlaku,” tukasnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here