Wanita Pejabat Pemkot Bekasi Yang Ditahan Akan Praperadilankan Kejari

111
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI  – Roro Yoewati, wanita pejabat di Pemkot Bekasi yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi, akan mempraperadilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi.

Roro Yoewati, tersangka, tidak terima ditetapkan tersangka dan dijebloskan kerumah tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Gugatan tersebut akan di ajukan lewat Kuasa Hukumnya, Rury Arief Rianto.

Rury sendiri mengaku surat kuasa untuk itu belum diterimanya, namun dia menyebutkan upaya hukum dapat dilakukan, untuk menanyakan syarat penahanan yang dilakukan Kejari Bekasi terhadap kliennya.

“Proses penetapan tersangka  penahanan terhadap Roro itu sangat janggal. Dia (Roro) sangat kooperatif ketika di panggil untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan korupsi anggaran pendidikan dan pelatihan pra jabatan tahun 2009,” ujarnya.

Saat dipanggil kata dia, Roro belum di tetapkan sebagai tersangka. Tapi tiba-tiba langsung ditetapkan menjadi tersangka dan di tahan. Menurutnya hal ini akan menjadi pelajaran bagi pihak penegak hukum dalam menetapkan dan menahan seorang yang dinyatakan tersangka.

“Jadi yang akan kami gugat itu soal alasan dasar Kejari menetapkan status tersangka dan penahanan terhadap klien saya, agar terbuka jelas dan transparan,” tukasnya.

Kejari Bekasi menahan  Roro, Staf ahli Walikota Bekasi, Jumat (18/3) di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dia  ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka, dugaan korupsi dana Diklat pegawai, saat dia menjabat sebagai Kabid Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi.

Didik Istianta, Kajari Bekasi, mengatakan penahanan terhadap Roro yang juga mantan Camat Pondokmelati, diduga mendapat dana kelebihan pelaksanaan Diklat tahun 2009 sebesar Rp 2,4 miliar. (Pos Kota)