Tembak Pelajar yang Dituduh Begal, Oknum Polisi Masuk Bui

84
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SERANG  – Insiden salah tembak petugas Polres Pandeglang mengenai pelajar di SMA/MA Mathlaul Anwar Menes. Korban salah tangkap ini kena tembak di lengan setelah sebelumnya dituduh sebagai pelaku begal.

Korban penembakan itu adalah Yudistira. Sampai Senin (28/3/2016). Ia dirawat di RS Bedah Benggala.
Yudistira mengatakan sekira pukul 23.00, meminta izin pada orangtua untuk menjemput kerabatnya, Furqon. Saat itu, Furqon baru saja lepas kerja.

Yudistira menjemput ditemani Asbi, kerabat lainnya. Setelah bertemu, ketiganya memutuskan untuk makan lalu berkumpul dengan teman-temannya.
Sekira pukul 01:30, Yudistira membeli camilan ke toko di kampung Kananga, Desa Kenanga. Ia ditemani seorang temannya, Syamsul

“Sampai di Balai Desa Kenanga, saya dihadang, saya kaget, dikira begal sebab orang itu bawa pistol. Saya muter lagi, di tengah kampung (Lewiliang) dihadang lagi, di situ saya ditembak,” paparnya.

Setelah terkena tembak di Lewi Liang, Yudis mengaku dipukuli empat polisi. “Di situ masyarakat dan teman saya melihat saya dipukuli, tapi karena takut kena tembak, nggak berani membantu,” katanya.

Selanjutnya, Yudistira dibawa ke sebuah mobil lalu dilarikan ke RS Berkah Pandeglang. “Habis itu, saya langsung dibawa kesini,” ujarnya.
Terkait insiden salah sasaran itu, Kapolda Banten, Brigjen Boy Rafli Amar, mengatakan akan memberi sanksi hukuman penjara terhadap oknum anggotanya tersebut. Sanksi tersebut diberikan karena dinilai telah melakukan kecerobohan atau kelalaian sehingga mengakibatkan jatuhnya korban.
Kapolda mengaku sudah melakukan pendekatan kekeluargaan terhadap keluarga korban untuk membicarakan persoalan tersebut. Namun sebagai bentuk peringatan, sanksi tetap diberikan pada pelaku.

“Bisa disel di tempat khusus. Itu sanksi terberat, atau sanksi administrasi, penurunan pangkat, atau dicabut sebagian haknya sebagai anggota kepolisian,” ujar Boy Rafli, usai menjenguk korban di Rumah Sakit Bedah Benggala. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here