Komunitas ODOJ Bidik Taman Kota Sebagai Wadah Sosialisasi

95
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Salah satu komunitas yang konsen dalam persoalan agama, One Day One Juz (ODOJ), bidik taman kota sebagai wadah syiar dalam mensosialisasikan programnya.

Di Taman Lembah Gurame Depok, kelompok ini mendaras ayat suci Al Quran di bawah rindang pepohonan dan ada pula yang merapalnya di tengah ingar bingar anak kecil berlarian.

Ihwal demikian, kata salah seorang pengurus Komunitas One Day One Juz tidak memengaruhi kenikmatan mereka mencokolkan program baca Al Quran secara masif.

“Kami (One Day One Juz) adalah wadah untuk kumpul bersama yang ingin mengaji satu hari satu juz (bab dalam Al Quran). Namun, bukan berarti di tempat lain kita tidak boleh mengaji. Kami hanya wadah untuk saling mengingatkan untuk mengejar kebaikan (membaca dan mengamalkan isi Al Quran),” ucap Indah Pratiwi (22) selaku Sekretaris Pengurus One Day One Juz Kota Depok, Minggu (27/3).

Dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Sebaik-baik manusia adalah yang mau belajar Al Quran dan mengamalkannya.”

Petuah itulah yang kemudian menjadi pemantik komunitas tersebut dalam mengajak masyarakat luas untuk gemar berdekatan dengan Al Quran. “Intinya, kami saling mengingatkan untuk satu hari membaca satu juz di mana pun tempat. Bisa di bus, kereta, dan tempat lainnya,” jelas Indah.

Adapun mereka memilih taman kota adalah cara yang paling efektif untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat luas.

Seperti di area terbuka Taman Lembah Gurame, tambah Indah, program tersebut dilakukan pada setiap awal dan akhir bulan. “Sebagai Dewan Pengurus Area Depok, kami mengkoordinir acara-acara di Depok. Setiap bulan itu ada namanya program Ngaos (ngaji on the street), di mana mengaji di tempat terbuka. Tidak hanya di Taman Lembah Gurame. Pernah juga kami bikin di UI, Balaikota, Taman Merdeka, dan di mana pun area Depok,” tambahnya.

Selain Ngaos, satu lagi program andalan dari Komunitas ODOJ adalah Kalqulus (kajian ala ustaz, di mana sang penceramah menjabarkan apa pun persoalan masyarakat berdasarkan Al Quran maupun Al Hadits).

“Alhamdulillah, respons dari masyarakat sangat baik. Mereka melihat kegiatan kami dan akhirnya ada yang bertanya tentang komunitas kami. Intinya, kami syiar dengan mempraktikkan di tempat,” kata Indah.

Menanggapi ihwal demikian, salah seorang pengurus lainnya, Ahmad Abdul Muizmenambahkan unuk syiar ke generasi muda, mereka melakukan dengan cara yang lembut.

“Jadi, kami tidak bilang, Ini tidak boleh. Itu tidak boleh. Kami arahkan serta mengajak mereka untuk ke arah yang positif. Alhamdulillah, dengan cara seperti itu, banyak juga yang kemudian bergabung,” timpal Muiz (31), salah seorag Pembina ODOJ. (Ard/merahputih.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here