Fahri Hamzah Dukung DPR Bangun Perpustakaan

70
0
SHARE

BHARATANEWS | JAKARTA  – Proyek prestisius perpustakaan termegah se-Asia Tenggara akan dibangun di kompleks DPR RI. Hal ini masih terjadi pro dan kontra di internal DPR RI sendiri. Fraksi NasDem misalnya, menolak gagasan dibangunnya perpusatakaan tersebut, karena eranya saat ini adalah e-Library.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang juga mendukung pembangunan perpustakaan tersebut, menegaskan perpustakaan baru yang dibutuhkan itu agar citra parlemen semakin terangkat.

“Kita belum pernah membangun gedung parlemen dan kelengkapannya, sehingga perpustakaan dan museum itu akan tempat wisata, sehingga menjadi anggota DPR RI itu akan menjadi cita-cita bagi rakyat. Jadi, kita harus perbaiki citra parlemen ini,” kata Fahri Hamzah pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (28/3)

DPR sebenarnya sudah memiliki perpustakaan di Gedung Nusantara II DPR, tapi perpustakaan itu tidak selevel dengan DPR RI saat ini. “Yang lama ada, tapi mirip perpustakaan Ketua RT (rukun tetangga). Padahal, saat ini kondisinya tidak layak. Bukunya diikat di bawah lantai, numpuk, dan buku yang diterbitkan anggota DPR tidak ada tempatnya,” ujarnya.

Menurut Fahri, rencana pembangunan perpustakaan ini masuk ke dalam 7 proyek DPR dan mengemuka kembali saat Ketua DPR Ade Komarudin menerima para cendekiawan. Fahri tidak ambil pusing soal anggaran yang dianggap lebih dibutuhkan untuk kepentingan lain dimaksud. “Anggaran itu urusan pemerintah dan Banggar. Jadi, sudah saatnya DPR RI mempunyai pendukung pemikiran berupa perpustakaan,” tambahnya.

Untuk itu Fahri, ingin menggalang gerakan untuk kembali rajin ke perpustakaan. Anak-anak di era sekarang dianggap terlalu lekat dengan gadget, internet, untuk bermain game dibanding membaca buku. Padahal, gadget kalau dibiarkan justru bisa berbahaya untuk anak-anak dan kesehatannya.

Sementara perpustakaan digital dinilai Fahri Hamzah, bukan solusi. Di mana bentuk fisik dan diorama buku dan pustaka itu tetap diperlukan. “Ada dokumen yang perlu dilihat teksnya. Bagaimana suasana diorama, bagaimana dulu orang hadir di persidangan. Produknya bagaimana?” jelas Fahri. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here