Warga Keluhkan Proyek Jalan Puspitek – Jalan RE Martadinata Tangsel

240
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SETU  – Setiap hari sekitar 5-10 keluhan dari warga atau pemakai jalan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selalu diterima jajaran anggota DPRD  berkaitan proyek perbaikan maupun pelebaran Jalan Raya Puspitek  hingga Jalan Raya RE Martadinata.

“Keluhan tak hanya melalui SMS atau telepon saja, tapi sejumlah surat keluhan juga diterima di beberapa anggota DPRD Kota Tangsel berkaitan perbaikan jalan yang hingga kini tak kunjung selesai,” kata Ketua DPRD Kota Tangsel, M Ramlie saat Forum Musrenbang tingkat Kota di Puspitek, Kec. Setu, Jumat (25/3).

Keberadaan dan tanggung jawab pemeliharaan maupun perbaikan jalan utama sepanjang 10,1 Km yang merupakan tanggung jawab Propinsi Banten sampai saat ini terkesan jalan ditempat dan tak kunjung selesai, tuturnya kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Banten, Hudaya Latuconsina.

Proyek itu memang ditangani Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten jadi Pemkot Tangsel tak bisa berbuat banyak. Selama ini hanya bisa menampung dan memberikan pengertian ke masyarakat yang mengeluh proyek kegiatan pelebaran maupun peningkatan jalan yang tak kunjung selesai.

 Menurut dia, hampir sebagian besar keluhan dan makian dari masyarakat pengguna jalan maupun kendaraan serta warga di Kecamatan Setu maupun Ciputat serta Pamulang selalu dialamatkan ke Walikota Tangsel dan jajaranya termasuk anggota DPRD setempat khususnya yang berkaitan kerusakan dan lubang di jalan, banjir lokal saat hujan dan berdebu.

“Mereka ( masyarakat) tak mau tahu apakah itu proyek multi yeras atau tidak  dan dikerjakan PT Brantas Abipraja  yang jelas di lapangan amburadul serta semrawut,” ujarnya yang berharap banyak Propinsi Banten melalui DBMTR setempat untuk secepatnya menyelesaikan proyek tersebut.

Perbaikan dan pelebaran jalan utama sepanjang 10,1 Km mulai dari Simpang Muncul atau Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, hingga Jalan  Raya RE Martadinata, Kecamatan Ciputat  yang dijanjikan selesai Desember 2016 mendatang diperkirakan bakal molor dari djawal yang ditentukan. Pasalnya, hampir sebagian besar kegiatan di lapangan amburadul dan semrawut.

Menanggapi masalah itu, Kepala Bappeda Propinsi Banten, Hudaya L, mengatakan keluhan masyarakat Kota Tangsel berkaitan proyek perbaikan serta pelebaran jalan sepanjang 10,1 Km akan disampaikan ke Gubernur Banten Rano Karno.

“Tak hanya menyampaikan permasalahan yang ada di lapangan tapi juga akan mengevaluasi kinerja yang dilakukan rekanan swasta tersebut,” ujarnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here