Kasus Penggelapan, Suami Jebloskan Mantan Istri ke Penjara

123
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Sidang lanjutkan suami jebloskan istrinya ke penjara mengecewakan keluarga dan penasehat hukum terdakwa, sebab saksi yang diajukan jaksa penuntut umum Imelda Siagian, karyawan ANZ tidak hadir akibatnya sidang ditunda.

“Saksi karyawan Bank ANZ itu tidak penting, akibat tidak hadir sidang ditunda klien saya terlalu lama di dalam tahanan,” tutur Iim Zovito Simanungkalit SH, kuasa hukum yerdakwa ErnalyChandra, Kamis (24/3/2016 ). Ernaly Chandra yang dijebloskan ke penjara oleh mantan suaminya Suhardy Nurdin atas tuduhan penggelapan dokumen sertifikat milik mereka berdua.

Iim Zovito menyesalkan penundaan tersebut apalagi saksi tidak ada kepentingannya karena nggak melihat ada dokumen atau apa bentuk-bentuk sertifikat. Saksi kan harusnya melihat, mendengar dalam perkara tersebut. Oleh karenanya, kuasa hukum terdakwa ini meminta agar kliennya Ernaly Chandra ditangguhkan penahannya karena seluruh saksi-saksi kunci telah dihadirkan dalam persidangan dan tidak satupun yang melihat kalau terdakwa membawa kabur sertifikat dan dokumen lainnya.

“Harapan saya hari ini klien saya dibebaskan dari penjara. Saya kecewa kenapa pengadilan ini begitu penting menahan Ernaly, kepentingannya apa? Toh dia tidak melakukan pidana seperti yang dituduhkan mantan suaminya,” ucap Iim. “Saya jamin terdakwa jika dibebaskan tidak akan kabur sebab masih punya kepentingan banyak diantaranya pembagian harta.gono gini yang belum selesai setelah belum lama cerai.”

Terkait adanya perbedaan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) versi JPU dengan BAP milik Majelis Hakim dan Kuasa Hukum, hingga saat menurut Iim belum diputuskan. “Kami masih menunggu, BAP mana yang hendak dipakai. Versi Jaksa atau saya sama majelis,” bebernya.

Selain itu benerapa keterangan para saksi yang dihadirkan pengadu Suhardy Nurdin pun menurutnya tidak profesional karena sering berubah-ubah, berbeda antara yang di BAP dengan kesaksian di depan majelis hakim. “Banyak sekali kebohongan dan tak sesuai dengan faktanya,” imbuhnya.

Secara tegas, kuasa hukum Ernaly ini melihat tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh kliennya, lantaran surat-surat yang dipermasalahkan adalah bagian dari harta gono gini karena saat masalah itu dilaporkan mereka masih menjadi suami istri dan ingkrah cerainya baru tahun 2015. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here