Pemerintah Resmi Larang Ajaran Keagamaan oleh Gafatar

159
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Akhirnya, pemerintah resmi melarang ajaran keagamaan yang disebar-luaskan oleh Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), karena dianggap menyimpang dari ajaran pokok Agama Islam.

“Dengan diterbitkan pelarangan ini, maka mantan pengurus, mantan anggota, pengikut dan/atau simpatisan organisasasi kemasyarakatan diperintahkan untuk menghentikan ajarannya. Jika masih dilakukan maka diancam pidana 5 tahun sesuai UU No 1/PnPs/1965,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamnintel) Adi Toegarisman, di Kejaksaan Agung, Kamis (24/3) sore.

Pelarangan ajaran keagamaan ini tertuang dalam SKB Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri tentang Perintah dan Peringatan, 29 Februari yang ditandatangi oleh Menag Lukman Hakim Saefuddin, Jaksa Agung HM Prasetyo dan Mendagri Tjahjo Kumolo.

Menurut Adi, yang juga Sekretaris Badan Pakem Pusat, kegaiatan keagaaam yang menyimpang yang dilakukan oleh Gafatar, seperti tertuang dari Fatwa MUI, adalah syahadat, sholat dan berbagai kegaiatan ritual lain yang dianggap menyimpang dari Agama Islam.

KONDUSIF

Jaksa Agung HM Prasetyo berharap dengan adanya putusan pelarangan ini, maka masyarakat dapat memahami sehingga ketertiban tetap terjaga dan terhindar dari aneka perbuatan negatif.

“Pelarangan ini didadului dengan pengkajian oleh forum Badan Pakem Pusat dan masukan dari berbagai instansi. Selain itu, Gafatar merupakan metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah, yang telah dilarang, sejak 2007,” jelas Prasetyo kepada wartawan dalam keterangan pers, di Selasar Kantor Jaksa Agung.

Pelarangan ini sebagai bentuk dari protes masyarakat terhadap ajaran keagamaan Gafatar yang dianggap menyimpang.

Dikhawatirkan, jika dibarkan akan menimbulkan kerawanan sosial politik. Apalagi sempat diwarnai dengan ‘penculikan’ warga masyarakat untuk bergabung dengan Gafatar. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here