Aparat Gabungan Kota Bekasi Jaga Pangkalan Pool Taksi

90
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BEKASI – Aparat keamanan di Kota Bekasi tak mau kecolongan. Sehari pascademo awak angkutan yang memprotes kehadiran transportasi berbasis aplikasi online, sejumlah pangkalan dan pool taksi yang tersebar di Bekasi dijaga polisi.

Sejumlah aparat gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP juga terlihat hilir mudik di sejumlah obyek vital di Kota Bekasi. Mereka mengantisipasi aksi sweeping dan demo balasan dari para awak angkutan berbasis aplikasi online.

Patroli skala besar ini menyisir setiap pangkalan dan pool taksi. Petugas juga memberikan pengarahan kepada setiap driver agar tidak terprovokasi bila ada oknum yang melakukan tindakan memancing keributan. Selain imbauan kepengemudi taksi, Patroli  gabungan juga memberikan  masukan kepada perusahaan sebagai pengelola armada agar  tidak terprovokasi dengan kejadian di Jakarta pada Selasa (22/3).

Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota Iptu Puji mengatakan kejadian di Jakarta tidak boleh terulang di Kota Bekasi. Seluruh armada taksi dan pengemudi online silakan melayani pelanggan dengan baik dan berikan rasa aman kepada masyarakat, serta tidak perlu ada rasa dendam untuk saling menghadang sesama pengemudi.

“Kejadian di Jakarta jangan sampai di bawa ke Kota Bekasi, cukup di sana saja. Mari kita bersama-sama melayani masyarakat dan memberikan rasa aman,” ucap Puji.

Puji melanjutkan patroli gabungan difokuskan di beberapa titik pool taksi yang ada di Kota Bekasi. Titik pertama yang dikunjungi pool taksi di Jalan Perjuangan Bekasi Utara, serta daerah Narogong, Bantargebang, Galaxy, dan sekitarnya. Begitupun dengan anggota Polsek yang wilayahnya terdapat pool taksi maupun pangkalan akan melakukan pengamanan demi menjaga keamanan dan antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami juga sudah mengimbau kepada Polsek yang di wilayahnya terdapat pool dan pangkalan taksi untuk melakukan penjagaan. Serta pool taksi selalu melakukan koordinasi dengan polsek setempat sekecil apapun informasi bisa segera ditindak lanjuti,” ungkap Puji, Rabu (23/3).

Terpisah pengemudi taksi yang biasa mangkal di sekitar tol timur, Burhan (42) mengatakan untuk saat ini dirinya tidak mendapatkan ancaman atau provokasi dari siapapun. Dia mengaku tetap melayani penumpang seperti biasa paska aksi demo di Jakarta.

“Biasa aja, saya tetap cari penumpang dari jam 05.00 pagi, dan tidak ada yang melakukan ancamanan. Malah tadi saya sempat ngobrol sama Gojek. Cerita kejadian di Jakarta dan kayaknya gak ngerembet ke Bekasi,” tutur Burhan saat ditemui di pangkalan taksi.

Rasa aman pun dirasakan para penumpang baik taksi maupun Gojek, salah satunya Arini sebagai penumpang taksi, dirinya tidak mengaku takut akan aksi yang terjadi di Jakarta bakal terjadi di Kota Bekasi.

Arini berkeyakinan para pengemudi taksi maupun online butuh pemasukan sehari-hari untuk keluarganya, sehingga tidak mungkin aksi kekerasan terjadi saat ini.

“Gak takut, biasa aja. Kalau kemarin kan massanya banyak jadi besar kemungkinan rusuh, kalau sekarang kan udah adem masa mau berantem terus, tar mereka cari duitnya gimana,” ujar Arin yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di kawasan Cawang, Jakarta Timur. (pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here