Airlangga Berniat Bangun Kursus Politik bagi Kader Golkar

155
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jika terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG), Calon Ketua Umum (Caketum) Airlangga Hartarto (AH) berencana membangun kursus politik bagi kader Golkar. Kursus akan bekerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi yang ada di tanah air.

“Kursus bisa 1-2 minggu. Paling lama satu bulan,” kata AH dalam silahturami dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (propinsi) dan DPD (kabupaten/kota) II se-propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Rabu (23/3).

Dalam kesempatan ini, AH didampingi tim sukses seperti Lawrence Siburian dan Indra Piliang. Sementara dari DPD, dihadiri seluruh pimpinan DPD I dan II, dipimpin langsung Ketua DPD I Moh. Suhaili.

Selama tiga hari terakhir, AH melakukan roadshow ke tiga provinsi yaitu Bali, NTT dan NTB dalam rangka perebutan Ketum pada Munas yang akan dilakukan Mei mendatang.

AH menjelaskan, kursus politik sangat penting bagi kader sebagai dasar dan modal bagi pengembangan diri. Kurus juga untuk mempersiapkan mereka dalam mengemban jabatan publik seperti anggota legislatif atau kepala daerah. Selain itu, kata dia, kursus bertujuan agar kader punya pengetahuan tentang pembangunan pemerintah yang bersih, cara pengelolaan partai yang profesional, dan pembangunan kaderisasi.

“Pada tahap awal, kursus diprioritaskan kepada mereka yang berada dalam jajaran fungsional. Mereka dipersiapkan untuk pemilu 2019 nanti, baik di daerah maupun di pusat. Setelah pemilu, baru masuk ke kader-kader yang siap ikut pilkada,” tuturnya.

Dia mengemukakan kurus tidak dipusatkan di Jakarta, tetapi dilakukan di daerah-daerah. Para pengurus, baik di pusat dan daerah melakukan kerjasama dengan kampus-kampus di wilayah masing-masing. “Pengurus pusat hanya siapkan modul sebagai arahan. Pelaksananya ada di daerah-daerah,” ujarnya.

Dia menambahkan, materi kursus hampir serupa dengan program dilakukan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) saat ini. Setelah kursus, para kader akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu, kata AH, sebagai salah satu pertimbangan untuk dipilih sebagai calon legislatif atau calon kepala daerah.

Saat ditanya mengenai pembiayaan kursus, dia kemukakan kombinasi antara partai dan kader. “Partai membantu, tetapi para kader juga ikut partisipasi. Tujuannya supaya peserta kursus memiliki tanggung jawab dan semangat mengikuti kursus,” urainya.

“Kalau dibayarkan penuh oleh partai, nanti mereka tidak serius. Harus ada partisipasi dari kader,” tutupnya.

http://www.metropolitan.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here