Terdakwa Kasus Pencabulan Coba Bunuh Diri Sebelum Diadili

167
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PURWAKARTA  – Terdakwa kasus pencabulan Sulaeman Nurdin, 50, nekat menenggak cairan pembersih lantai hingga kejang kejang dan nyaris tewas, Rabu (23/3).

Peristiwa itu terjadi di toilet tahanan Kantor Pengadilan Negeri Purwakarta, beberapa saat sebelum terdakwa disidang.

Beruntung terdakwa dengan mulut berbusa akibat keracunan cepat dilarikan ke IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta oleh polisi dan jaksa setempat. Nyawa terdakwa pun tertolong.

Sejumlah jaksa menjaga ketat terdakwa di ruang IGD RSUD Bayu Asih. Tak lepas, borgol mengikat tangan kiri terdakwa.

Rupanya terdakwa berusaha bunuh diri. Petugas menemukan secarik kertas yang ditulis terdakwa berisi wasiat.

“Mamah yang tersayang…hampura bapa atas segala kesalahan. Bapa kapaksa ngalakukeun jalan pintas. Amanat bapa panguruskeun jasad bapa jeung titip anak anak,” demikian surat wasiat terdakwa.

Dialinea kedua, terdakwa menulis “bapa teu sanggup menghadapi sidang nu jadi masalah keluarga sorangan. Lebih baik bapa paeh,” tulis terdakwa.

Agus, SH, jaksa menjaga terdakwa di IGD Bayu Asih menjelaskan, terdakwa sempat meminta ijin ke toilet sebelum sidang digelar. “Curiga lama tak keluar toilet, pintu didobrak. Korban ditemukan kejang kejang di lantai toilet,” ujarnya.

Sedianya sidang kali pertama dengan agenda pembacaan dakwaan diketuai majelis hakim Daniel,SH,MH beranggotakan Devi Mahendrayani, SH,MH dan Lia Giftiyani,SH,Mhum, dengan JPU Neni SH akan digelar Rabu (23/3). Atas kejadian tersebut sidang pun urung digelar. Terdakwa dijerat pasal 81 UU RI No 35/2014 tentang perlindungan anak.

Humas PN Purwakarta Dewi SH menegaskan, lingkungan PN Purwakarta steril dari cairan pembersih lantai. “Di toilet cuma disediakan ember dan gayung. Tak ada yang lain,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, Rabu siang. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here