Perkosa Anak Tiri Berkali-kali, Residivis Nyaris Diamuk Massa

130
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | LAMPUNG – Menjalani hukuman bertahun-tahun di balik tembok derita, rupanya tak bisa membuat residivis begal sadar atau jera untuk kembali melakukan kejahatan.

Mawardi ,45, warga Kotabumi Utara, Lampung Utara, nyaris dimassa karena mencabuli anak tirinya. Beruntung pamong desa cepat menyadarkan massa untuk tidak berbuat anarkis atau main hakim sendiri dan memilih menyerahkan tersangka kepada petugas Resmob Polres Lampung Utara, pada Selasa (22/3)

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP. Supriyanto membenarkan, pihaknya telah menahan tersangka atas tuduhan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak tirinya berinisial HK ,16, yang tinggal serumah dengan tersangka.

Sekitar bulan Juli 2014 lalu, saat situasi rumah sedang sepi mantan narapidana ini memaksa korban untuk melayani nafsu bejat. Jika tidak, tersangka memukuli kepala korban dan mengancam akan membunuh korban.

Dibawah ancaman dan dipukuli, korban hanya bisa pasrah melayani nafsu bejat tersangka. Tidak hanya sekali, karena telalu sering korban tak mampu mengingat sudah berapa kali jadi pemuas nafsu Terakhir kali, pada Kamis (18/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Saya diancam akan dibunuh bapak, jika tak mau melayaninya,”tutur HK.

Terpisah ketika dihadapan petugas Mawardi berdalih tidak mencabuli korban dan hanya merabanya saja.

Tersangka Mawardi nyaris dimassa, awalnya korban yang merasa tertekan karena perbuatan jahat tersangka, menceritakan kisah pahitnya kepada pacarnya. Tidak terima pacar korban kemudian mengadukan hal tersebut kepada pamong Desa dan Ayah kandung korban.

Cerita itu kemudian menyebar. Selasa warga yang marah dan mengutuk perbuatan tersangka beramai-ramai mendatangi dan mengepung tersangka saat sedang memuat singkong. Beruntung, Pamong Desa cepat datang dan menyerahkan tersangka kepada petugas Resmob Polres Lampung Utara.

Setelah tersangka ditahan, korban HK ditemani Ayah kandungnya dan Pamong Desa melaporkan perbuatan tersangka kebagian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Utara. (Koesma/poskotanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here