Microsoft Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi

156
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jakarta – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terbesar di dunia. Dari data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlahnya diperkirakan lebih dari 55 juta pelaku dan mempekerjakan sedikitnya 108 juta orang.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan, UMKM di Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) hingga 56%, hanya terpaut sedikit dari Amerika Serikat yang mencapai 60%.

Kontribusi tersebut menurutnya bisa lebih besar lagi apabila UMKM di Indonesia sudah didigitalisasi seperti halnya di Amerika Serikat. Bahkan apabila seluruh daerah sudah terkoneksi dengan internet, lalu seluruh pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya, menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut sangat yakin dari segi persentase kontribusi UMKM di Indonesia bisa lebih besar dari Amerika Serikat.

Tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM di Indonesia memang bukan hanya persoalan jaringan internet, tetapi juga perangkat yang mendukung. Berdasarkan studi New World of Work yang dikeluarkan oleh Microsoft, sebanyak 92% karyawan UMKM di Indonesia telah memposisikan diri sebagai mobile workers, namun hanya 29% yang sudah merasa terfasilitasi untuk menghadapi tantangan dalam era gaya kerja baru. Kesenjangan ini menunjukkan besarnya kebutuhan UMKM untuk memiliki teknologi yang dapat mendukung gaya kerja mobile mereka.

Fakta inilah yang menjadi dasar diselenggarakannya “Microsoft Device Days 2016” di tiga kota besar di Indonesia baru-baru ini, yaitu di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Beberapa Original Equipment Manufacturer (OEM) yang ikut mendukung acara ini seperti HP, Dell, Acer, Relion, Byon, Axioo dan Wearnes.

Small Medium Business Lead, Microsoft Indonesia, Rudy Sumadi mengatakan, acara yang memamerkan perangkat-perangkat terkini dari para OEM ini merupakan salah satu bentuk komitmen Microsoft untuk membantu mempercepat pertumbuhan bisnis UMKM yang memiliki gaya kerja mobile melalui pemilihan dan pemanfaatan teknologi. Di acara ini, para OEM juga ikut membantu para retailers memahami keunggulan dari masing-masing produk, sehingga nantinya bisa membantu para pelaku UMKM dalam menentukan perangat yang akan digunakan.

“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan bisnis UMKM. Sayangnya masih banyak pelaku UMKM yang belum “melek” teknologi. Misalnya saja dalam penggunaan email, mereka masih kurang aware terhadap penggunaan email gratisan yang sangat rentan diserang hacker. Padahal aksi peretasan ini bisa sangat mengancam kelangsungan bisnis mereka,” kata Rudy Sumadi.

Untuk membantu para pelaku UMKM memproteksi email-nya, lanjur Rudy, saat ini Microsoft juga sudah menghadirkan layanan email melalui Office 365 untuk bisnis atau Exchange email, sebuah layanan yang sebelumnya hanya bisa dinikmati oleh korporasi besar.

Windows Business Group Lead, Microsoft Indonesia, Linda Dwiyanti menambahkan, dengan memanfaatkan Windows 10 Pro, para pelau UMKM juga bisa mendapatkan sistem perlindungan tambahan, yakni perlindungan terhadap Identity, Threat, dan Information. Melalui fitur-fitur perlindungan Identity seperti “Windows Hello”, Windows 10 Pro dapat melindungi identitas pengguna melalui pemanfaatan sistem biometrik seperti facial recognition dan finger print.

Kemudian fitur Windows Defender untuk perlindungan terhadap Threat dari serangan dunia maya seperti malware, spyware dan fraud. Yang tidak kalah pentingnya adalah fitur “Bitlocker Data Protection” untuk memastikan informasi dan data yang ada dalam perangkat tidak dapat dicuri.

Tentunya perlindungan sistem keamanan ini hanya dapat diperoleh apabila penggunanya menggunakan Windows 10 asli. Cara paling sederhana yang bisa dilakukan seperti disampaikan Rudy Sumadi adalah dengan melihat packaging-nya. Apabila kondisi hardware tersebut sudah terpasang Windows 10 secara pre-install, bisa dipastikan perangkat tersebut original.

“Sederhananya bisa dilihat dari packaging-nya. Yang pasti kalau beli hardware, pastikan itu pre-install. Tapi kalau harus beli operating sistem sendiri, itu bajakan,” terang Rudy.

Herman/YUD/beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here