DANA DESA: Pembuatan Jalan Untungkan Petani Bambu Di Gianyar

95
0
SHARE
Pekerja memilah bambu yang akan digunakan untuk membuat mebel di Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Rabu (3/6). Menurut data Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman saat ini kebutuhan bambu guna pemenuhan bahan baku kerajinan di Sleman sekitar 850 ribu batang pertahun tetapi kemampuan produksi hanya sekitar 700 ribu batang pertahun. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/Rei/pd/15.
BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Dana Desa yang digunakan untuk pembangunan jalan desa di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali membantu para petani bambu memperoleh keuntungan dari kenaikan harga bambu.
Madirupa, Pendamping Lokal Desa Taro, mengungkapkan harga bambu sebelumnya adalah Rp1.000 per batang, namun kini sudah mencapai Rp4.000-Rp5.000 per batang. Hal itu, sambungnya, karena sudah dibangunnya jalan desa menggunakan Dana Desa.
Sebelumnya, harga bambu desa tersebut dinilai rendah karena sulitnya akses petani dalam mendistribusikan hasil panen sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. “Tahun 2015, Desa Taro mendapatkan dana desa sebesar Rp332 Juta. Sebagian besar digunakan untuk membangun jalan usaha tani. Selain menguntungkan para petani, peternak juga diuntungkan,” kata Madirupa, Rabu (23/3/2016).
Dia menegaskan  Dana Desa juga dimanfaatkan Desa Taro untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yakni pengelolaan Bank Sampah. Sehingga selain meningkatkan perekonomian desa, BUMDes juga memberikan efek positif bagi kebersihan lingkungan.
“BUMDes sudah berjalan sejak awal tahun ini. Kita sudah dirikan bangunan untuk Bank Sampah, berikut dengan mobil untuk kendaraan operasional. Melalui BUMDes ini, kita mencoba mengubah sampah menjadi hal yang bernilai. Setiap 2 kali seminggu, sampah-sampah non-organik warga, kami kumpulkan lalu dijual,” ujarnya. (bisnis.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here