Ahok Minta Perusahaan Taksi Pecat Sopir yang Demo Anarkis

151
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mengedarkan surat peringatan kepada perusahaan operator taksi, agar memecat para sopir yang anarkis.

Hal ini sebagai ekspresi kekesalan Ahok setelah melihat dengan kerusuhan yang terjadi dalam unjuk rasa terkait taksi konvensional dengan moda transportasi online, Selasa (22/3) kemarin.

Pejabat yang biasa dipanggil Ahok itu berpendapat para sopir taksi yang kemarin berunjuk rasa pasti mengantongi izin dari masing-masing perusahaannya.

“Saya sudah minta adain surat edaran. Ini logika saya sederhana. Kamu kalau kerja di taksi, keluarin mobil, tempelin stiker, kamu tahu enggak manajer dari pul taksi? Kamu pasti tahu, enggak usah bohongin saya. Jadi demo ini, ‘direstui’ perusahaan taksi,” katanya, di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016).

Orang nomor satu di Jakarta itu lantas meminta ada tindakan tegas dari pimpinan perusahaan terhadap sopir yang terbukti melakukan aksi anarkis dalam unjuk rasa, kemarin. Bila tidak, Pemprov DKI Jakarta akan mencabut izin usaha angkutan taksi yang bersangkutan.

“Kalau direstui, kamu (seharusnya) sudah memerintahkan enggak boleh anarkis. Yang anarkis ya tindak dong. Kalau kamu (perusahaan) enggak mau tindak, saya juga akan main keras. Mau demo, ya demo saja terus, asal jangan anarkis,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Mengedarkan Surat Peringatan

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mengedarkan surat peringatan pemberian sanksi terhadap pengemudi taksi anarkis. Surat itu diedarkan kepada 34 perusahaan taksi resmi.

surat

Surat peringatan pemberian sanksi terhadap pengemudi taksi anarkis yang diedarkan oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta untuk 34 perusahaan taksi. (ist)

“Kami minta kepada saudara untuk melakukan tindakan tegas berupa pemecatan terhadap pengemudi taksi yang terbukti melakukan tindakan anarkistis dimaksud. Jika saudara tidak melaksanakan tindakan tegas/ pemecatan sebagaimana dimaksud di atas, maka kami akan melakukan pencabutan izin usaha angkutan taksi saudara,” demikian bunyi sebagian surat edaran bernomor 2269/-1.819.611 dan bertanggal 22 Maret 2016 yang ditandatangani oleh Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansah. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here