Panglima: Danrem ke Napu Bahas Perkembangan Situasi Poso

122
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengemukakan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Syaiful Anwar berangkat dari Palu ke Napu untuk membahas perkembangan situasi di daerah tersebut. Hal itu terkait dengan pengepungan terhadap kelompok teroris jaringan Santoso.

“Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi sebagai pengendali Operasi Tinombala seharusnya ikut dalam pertemuan tersebut. Tetapi tidak berangkat karena ada kunjungan Komisi III DPR ke Palu,” kata Gatot di Jakarta, Selasa (22/3).
Gatot mengemukakan dugaan sementara, helikopter jatuh karena cuaca buruk. Saat ini, Mabes TNI masih menyelidiki penyebab musibah tersebut.

“Danrem 132/ Tadulako beserta rombongan sebanyak 13 personel, berangkat ke Poso pada pukul 17.15 WITA. Tapi karena cuaca buruk hujan lebat dan angin kencang, setelah heli terbang selama sekitar 20 menit, heli pun jatuh,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Senin (21/3) kemarin, Gatot telah meninjau lokasi jatuhnya Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.

Peninjauan tersebut merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo sebagai bentuk duka citanya yang mendalam atas insiden jatuhnya helikopter tersebut.

Gatot didampingi Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kabaharkam Polri dan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ruddy Sufahriadi.

Sebagaimana diketahui, saat ini pasukan gabungan TNI dan Polri masih melancarkan pengejaran terhadap jaringan Santoso. Operasi itu diberi nama operasi Tinombala. Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Syaiful Anwar sebagai wakil Satgas dalam operasi tersebut.

Terkait operasi Tinombala, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan tetap berlanjut. Insiden jatuhnya helikopter tidak berpengaruh pada operasi tersebut. (beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here