Lintasan Rel Sukabumi – Cianjur Longsor Sebabkan Rp 15 Juta Lenyap

132
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Kereta Api (KA) Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor terpaksa harus terparkir di Stasiun Sukabumi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini, berhentinya aktivitas KA Pangrango diakibatkan jalur lintasan rel yang berada di daerah jalur Maseng menuju Batutulis kilometer 11+9 mengalami longsor. Berhentinya KA Pangrango mengalami penurunan pendapatan hingga Rp 15 juta per hari.

“Ya jelas, tidak beroperasi berdampak kepada penurunan pendapatan. Biasanya sekali pemberangkatan dari Stasiun Sukabumi penumpang mencapai 250 orang, sementara sehari tiga kali pemberangkatan, tiket ekonomi seharga Rp 20 ribu dan eksekutif Rp 50 ribu,” ujar Kepala Stasiun Sukabumi, Heru Salam saat ditemui di ruang kerjanya, senin (21/3).

 Heru menjelaskan, kejadian longsor itu lumayan parah hampir sekitar 3 meter, tepatnya di daerah Maseng Kabupaten Bogor sekitar pukul 17.00, Minggu (20/3/2016).

Sampai saat ini pihak Stasiun Sukabumi belum bisa memastikan kapan beroperasi kembali.

“Kami masih menunggu kabar lanjutan dari sana, kayanya sih lumayan memerlukan waktu lama,” jelasnya.
Namun pemberangkatan pertama pukul 05.00 WIB senin (21/3/2016), sempat beroperasi tapi sampai Stasiun Cigombong. Di sana, pihak PT KAI sudah menyiapkan angkutan umum untuk mengangkut penumpang sampai Stasiun Bogor.

“Saat pemberangkatan di sini, kami kasih alternatif. Kalau tidak melanjutkan perjalanan dengan KA bisa menukarkan tiket dan dikembalikan uang 100 persen. Tadi hampir 150 orang yang menggagalkan naik KA,” bebernya.

Sementara itu, untuk pemesanan tiket sampai Rabu (23/3/2016) pihaknya tidak melayani terlebih dahulu. Itu sebagai bentuk antisipasi dikhawatirkan pekerjaan perbaikannya belum selesai.

 “Pemesanan di stasiun atau melalui tiket online kami blok dulu. Jika sudah ada kepastian dari sana baru nanti kami membuka pemesanan kembali,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang, Uni terpaksa membatalkan kepergiannya menggunakan KA. Dirinya terpaksa pergi ke Bogor menggunakan angkutan umum.

“Kesel sih sebenarnya tapi mau gimana lagi, ini kan musibah. Tapi untungnya tiket bisa ditukarkan lagi dengan uang 100 persen,” ungkapnya.

Ditanya mengenai mengenai memilih KA, kata Uni, lebih nyaman dan tidak memakan waktu yang lama. Beda halnya dengan menggunakan bus, pasti ada macetnya terlebih jalan yang dilaluinya pun jelek. “KA lebih santai dan efektif,” pungkasnya.

Sumber : jabar.pojoksatu.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here