Warga Bogor Diusir karena Dianggap Dukun Cabul

141
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Bogor – Warga di Kampung Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor mengusir seorang warga yang diduga menjadi dukun cabul, Yusup (69) warga Kampung Tapos Tengah, RT 01 RW 09, Desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Kamis kemarin.

Yusup diketahui melakukan perbuatan tidak senonoh saat melakukan mengobati pasien perempuan dengan cara melucuti pakaian dan memandikannya. Wakalpolsek Ciampea, Polres Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Widodo mengatakan, warga terlanjur kesal sahingga mengusir Yusuf.

“Awalnya ada laporan lima orang yang mengaku telah menjadi korban pencabulan oleh yang bersangkutan saat berobat. Tapi karena tidak ditemukan bukti kuat, tidak ada penanganan lanjutan ke jalur hukum,” katanya, Jumat (18/3).

Korban dan ratusan warga yang masih tidak terima dengan hal tersebut kemudian melakukan musyawarah di Kantor Desa Tapos II untuk menuntut Yusup agar segera meninggalkan desa karena dinilai telah mencemarkan nama baik desa.

“Kita bersama MUI, Tokoh agama sama unsur masyarakat lainnya melakukan musyawarah menanggapi tuntutan warga. Korban dan yang bersangkutan juga dihadirkan,” kata Widodo.

Dari musyawarah tersebut masyarakat tetap menuntut Yusup untuk meninggalkan desa serta memohon maaf kepada korban serta melakukan tobat agar tidak kembali membuka praktik pengobatan yang disinyalir melenceng dari ajaran agama.

Meski masih tidak mengakui perbuatannya telah melanggar hukum, namun akhirnya Yusup bersedia membuat pernyataan untuk meninggalkan Desa Tapos II dan berjanji tidak melakukan praktik kembali. “Yang bersangkutan akhirnya bersedia mengikuti tuntutan warga dan menandatangani surat pernyataan dan bersedia di proses secara hukum jika terbukti bersalah,” jelasnya.

Keluarga korban dan ratusan merasa lega dengan adanya hasil putusan tersebut. Namun warga masih berharap agar polisi tetap mengusut terkait praktik pengobatan yang dilakukan Yusup.

Vento Saudale/FMB/beritasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here